Potensi Emas Cetak Kenaikan Mingguan Pertama Pasca Timteng Panas
News
28 March 2026 12:50

Bloomberg, Harga emas pulih, dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan pertamanya sejak dimulainya perang Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran. Terjadi lonjakan aktivitas beli di level harga yang lebih rendah pasca penurunan harga baru-baru ini dengan rebound hingga 4,1%. Harga emas bertahan pada level US$4.550/troy ons pada Jumat waktu setempat, mencoba memperbaiki penurunan pada periode sebelumya.
Untuk diketahui pergerakan emas sempat anjlok dalam beberapa pekan terakhir. Faktor utama jelas adalah konflik di wilayah Asia Barat, yang mendorong harga minyak melonjak, menyebar hingga kecemasan bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve akan menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi. Hal ini menjadi hambatan bagi emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Walau terdapat kenaikan pada Jumat, tekanan bearish belum hilang sepenuhnya. Pasalnya, masih tersisa keraguan atas potensi gencatan senjata. AS dan Israel membom fasilitas nuklir dan baja Iran, sementara Iran membalas serangan di seluruh Teluk Persia, menyebabkan pasar anjlok dan harga minyak naik.
Eskalasi terkini terjadi setelah Trump berjanji untuk menahan diri dari serangan terhadap situs energi Republik Islam Iran selama 10 hari ke depan, memberikan sedikit kelonggaran bagi emas.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, harga emas telah turun hampir 15%, bergerak sejalan dengan saham dan berbanding terbalik dengan harga minyak. Emas batangan “diperdagangkan sebagai aset berisiko,” tulis analis TD Securities dalam catatan pada Jumat.































