Logo Bloomberg Technoz

Begitu juga dengan BBM, dia meminta masyarakat tak perlu membeli bensin secara berlebihan dan mengimbau agar para pebisnis tak menggunakan Solar bersubsidi untuk operasional kendaraan.

“Kalau satu hari katakanlah cukup, contoh ya, cukup 30 liter, 40 liter, ya ampun itu cukup. Enggak usah ada rasa panic buying. Jadi pakailah dengan secukupnya, jangan sampai masih ada yang mengantre di SPBU-SPBU, mobil-mobil truk, padahal isinya bukan untuk mengangkut, tetapi itu abis itu diantre, abis itu dijual lagi,” tegasnya.

Alternatif Minyak

Lebih lanjut, Bahlil mengaku telah diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mencari alternatif impor minyak mentah dan BBM dari negara yang tak terdampak penutupan Selat Hormuz.

“Dalam berbagai kesempatan, sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah atas perintah Presiden dan dukungan rakyat, hari ini BBM di negara kita tercinta, baik daripada bensin, solar maupun LPG, terpenuhi dengan baik,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pemerintah di seluruh Asia sedang mempersiapkan skenario energi terburuk yang dapat mencakup gangguan pasokan yang berkepanjangan dan parah, bahkan ketika AS menyusun rencana untuk mengakhiri perang di Iran.

Korea Selatan beralih ke mode krisis pada Rabu (25/3/2026), membentuk gugus tugas ekonomi darurat untuk segera mempersiapkan diri menghadapi skenario yang merugikan.

Sementara itu, Filipina menyatakan keadaan darurat nasional, dengan alasan "bahaya yang akan segera terjadi berupa pasokan energi yang sangat rendah."

Jepang sedang meninjau seluruh rantai pasokan produk terkait dengan minyak bumi karena kemungkinan kekurangan dan efek domino di seluruh perekonomian semakin meningkat, sementara Perdana Menteri India Narendra Modi memperingatkan bahwa perang tersebut dapat menyebabkan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi negara tersebut.

Konflik Timur Tengah dan guncangan pasokan energi terkait mengancam akan makin memicu inflasi di Australia, kata Asisten Gubernur Bank Sentral Australia Chris Kent pada Kamis (26/3/2026) dalam pidatonya di Sydney.

"Makin lama konflik berlanjut, makin besar dampak ekonominya, dan makin besar risiko penyesuaian harga aset secara material," kata Kent.

Dalam waktu kurang dari sebulan sejak konflik Timur Tengah dimulai, negara-negara telah beralih ke keadaan darurat, menyoroti pentingnya Selat Hormuz bagi aliran energi global.

Sekitar seperempat perdagangan minyak dunia melalui jalur laut dan sejumlah komoditas lainnya melewati jalur air sepanjang 100 mil tersebut, sebagian besar menuju Asia.

Iran berada di atas selat dan secara efektif telah menutupnya untuk semua kapal kecuali kapal yang disetujui.

Kekhawatiran yang meningkat di Asia membuat pasar tegang karena Presiden AS Donald Trump berupaya melakukan pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang.

Di Pakistan, penggemar kriket bahkan diminta untuk tinggal di rumah dan menonton pertandingan di televisi untuk menghemat bahan bakar.

Negara itu juga berencana untuk memberlakukan kuota bahan bakar untuk kendaraan, menurut orang-orang yang mengetahui masalah ini dan meminta untuk tidak disebutkan namanya karena masalah ini belum dipublikasikan.

Di beberapa bagian Bangladesh, pengendara menunggu berjam-jam untuk mengisi bahan bakar, dengan antrean membentang hingga satu kilometer.

China telah membatasi pengiriman pupuk ke luar negeri, sementara Indonesia mengatakan akan menerapkan pajak ekspor untuk batu bara dan nikel. Vietnam memprioritaskan kilang domestik untuk minyak mentahnya.

Beberapa negara beralih ke pemasok yang sebelumnya dihindari. Kilang-kilang India telah membeli sekitar 60 juta barel minyak Rusia untuk pengiriman bulan depan setelah memangkas pembelian secara tajam awal tahun ini di bawah tekanan AS, Bloomberg melaporkan pada Rabu.

Adapun, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengklaim stok BBM nasional pada Rabu (18/3/2026) mencapai 27 hari.

Dia menyatakan stok BBM tersebut berada di atas stok minimal sebesar 21 hari, dengan begitu dia memastikan pasokan BBM memadai pada periode Lebaran 2026.

(azr/wdh)

No more pages