Dengan tetap beroperasinya seluruh kilang tersebut, produksi dan distribusi BBM serta LPG dapat berjalan secara berkelanjutan. Hal ini menjadi faktor penting dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi selama momen Lebaran 2026.
Operasional kilang juga berjalan seiring dengan masa tugas Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri atau Satgas RAFI. Periode siaga ini berlangsung sejak H-10 hingga H+10 Lebaran, yang menjadi fase penting dalam pengamanan pasokan energi nasional.
Operasional Kilang dan Komitmen Keandalan Energi
Dalam menjaga keandalan operasional, seluruh unit produksi utama di kilang berfungsi secara optimal. Unit seperti Crude Distillation Unit, High Vacuum Unit, hingga Residual Fluid Catalytic Cracking terus dioperasikan untuk mendukung kapasitas produksi.
Keberhasilan menjaga operasional kilang tidak terlepas dari peran para pekerja yang tetap siaga selama periode Lebaran. Mereka menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan distribusi energi tetap lancar.
Roberth menegaskan bahwa dedikasi para pekerja menjadi bagian penting dari keberhasilan tersebut. Komitmen ini mencerminkan tanggung jawab perusahaan dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Selain itu, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional. Pertamina Patra Niaga menerapkan standar HSSE secara disiplin untuk memastikan seluruh proses berjalan aman dan terkendali.
“Keselamatan dalam operasional kilang adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar dan ini sudah menjadi bagian dari budaya kerja kami. Hal ini disadari betul oleh para pekerja Pertamina, sehingga aspek HSSE diterapkan untuk memastikan keandalan operasional kilang yang baik selama masa lebaran 2026,” ungkap Roberth.
Untuk memperkuat pengawasan operasional, manajemen juga melakukan kegiatan Manajemen Walkthrough di seluruh unit kilang. Kegiatan ini dilakukan selama periode Ramadan sebagai bagian dari pengendalian operasional.
Melalui kegiatan tersebut, manajemen tidak hanya memastikan kondisi lapangan tetap optimal, tetapi juga memberikan apresiasi kepada pekerja yang bertugas. Hal ini menjadi bentuk dukungan moral sekaligus penguatan budaya kerja perusahaan.
Roberth menjelaskan bahwa keberhasilan operasional kilang juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Dukungan dari pemerintah daerah serta aparat TNI dan Polri menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan fasilitas kilang.
Koordinasi lintas sektor ini memastikan seluruh aktivitas produksi dapat berjalan tanpa gangguan. Stabilitas keamanan menjadi elemen krusial dalam menjaga keberlangsungan operasional selama periode dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran.
Dengan strategi produksi dan distribusi yang terintegrasi, Pertamina Patra Niaga mampu mengoptimalkan kinerja kilang selama Idulfitri 1447 H. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan merespons lonjakan permintaan energi secara efektif.
“Dengan strategi produksi dan distribusi terintegrasi, serta koordinasi lintas pihak, Pertamina Patra Niaga berhasil mengoptimalkan produksi kilang selama periode Idulfitri 1447 H dengan lancar. Ini juga mempertegas peran kilang Pertamina sebagai penjaga ketahanan energi bangsa, sekaligus menjadi simbol dedikasi,” tutup Roberth.
Capaian ini menunjukkan bahwa kesiapan operasional kilang menjadi elemen vital dalam menjaga ketahanan energi nasional. Peran tersebut semakin terasa penting pada momen-momen besar seperti Idulfitri.
Dengan komitmen yang terus dijaga, Pertamina Patra Niaga menegaskan posisinya sebagai salah satu pilar utama dalam memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat Indonesia.
(tim)



























