Logo Bloomberg Technoz

Langkah Antisipasi

Laode mengungkapkan strategi utama Indonesia menghadapi gejolak di pasar minyak global dilakukan melalui menjaga kecepatan impor dan mengejar sumber-sumber impor baru.

“Jadi speed kita jangan sampai turun, atau jangan sampai kita merasa aman,” ujar Laode.

Di sisi lain, Laode menegaskan Ditjen Migas dan PT Pertamina (Persero) memasang sikap siaga untuk menyikapi gejolak yang terjadi di pasar migas dunia.

“Sesuai arahan Pak Menteri, kami di Migas dan Pertamina mengubah posisi pandang menjadi 'siaga' agar penyiapan sedini mungkin dapat kita kejar,” ungkap Laode.

Sekadar catatan, negara-negara importir minyak berbondong-bondong membeli pengiriman minyak mentah Rusia setelah AS mencabut sanksi, tetapi mengambil pendekatan yang lebih hati-hati terhadap kargo Iran.

Pemerintahan Donald Trump untuk sementara mencabut pembatasan minyak dari Rusia, dan kemudian Iran, awal bulan ini guna mengatasi lonjakan harga energi yang disebabkan oleh perang di Timur Tengah.

Akan tetapi, durasi pencabutan sanksi yang singkat, dan kekhawatiran tentang kepatuhan, berarti arus minyak kemungkinan tidak akan kembali normal.

Sekitar 18 kapal tanker, yang membawa sekitar 13,5 juta barel minyak mentah Rusia, di sebelah timur Suez kemungkinan tersedia untuk dibeli, menurut data pelacakan kapal yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Jumlah itu turun dari 25 kapal yang membawa sekitar 19 juta barel hampir dua pekan lalu, ketika pencabutan sanksi diperluas.

Penurunan ini terjadi bahkan ketika kargo tambahan telah memasuki wilayah tersebut setelah meninggalkan Terusan Suez.

Sebagian besar kapal memberi sinyal "untuk pesanan," yang menunjukkan tidak ada pembeli tetap. Satu kapal menunjukkan tujuannya di dekat Singapura — area penyimpanan umum untuk penjualan.

Tujuh dari kapal tanker tersebut membawa minyak mentah Urals andalan Rusia, jenis minyak yang mirip dengan sebagian besar minyak Timur Tengah yang terdampak perang.

Sebaliknya, penyimpanan terapung Iran sebagian besar telah menampung hampir 27 juta barel sejak pengecualian yang diberikan pada Jumat, menurut Vortexa Ltd.

Perusahaan energi milik negara di China dan India menahan diri, dengan alasan hambatan seputar pembayaran, asuransi, dan pencarian kapal yang sesuai.

Penyimpanan terapung biasanya merujuk pada kapal tanker yang menganggur di laut setidaknya selama sepekan. Ini digunakan sebagai indikator ketersediaan, meskipun tidak termasuk kapal yang sedang transit yang mungkin membawa kargo yang belum terjual.

Adapun, berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN) dan BPH Migas, komposisi impor minyak mentah Indonesia pada 2025 berasal dari berbagai negara mitra sehingga sumbernya terdiversifikasi.

Antara lain Nigeria sebesar 34,07 juta barel atau sekitar 25%, Angola sebesar 28,5 juta barel atau 21%, Arab Saudi sebesar 25,36 juta barel atau sekitar 19%, Brasil 9%, Australia 8%, serta sejumlah negara lainnya seperti Gabon, AS, dan Malaysia.  

Untuk impor BBM, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada 2025 Indonesia tercatat mengimpor BBM paling banyak dari Singapura dan Malaysia.

Terdapat negara lainnya yang turut menjadi sumber impor BBM RI, antara lain China, Korea Selatan, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), India, Mesir, Jepang, dan Taiwan.

(azr/wdh)

No more pages