Logo Bloomberg Technoz

RI Pilih Minyak Brunei-Malaysia Meski AS Cabut Sanksi Iran-Rusia

Azura Yumna Ramadani Purnama
26 March 2026 14:10

Pengeboran minyak oleh perusahaan migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company./dok. Bloomberg
Pengeboran minyak oleh perusahaan migas Rusia, PJSC Rosneft Oil Company./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya (ESDM) menegaskan Indonesia tak mempertimbangkan mengimpor minyak mentah dari Iran maupun Rusia meskipun Amerika Serikat (AS) melonggarkan sanksi terhadap komoditas migas dari dua negara tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan Indonesia lebih memilih mengimpor minyak dari negara-negara yang tidak terdampak penutupan Selat Hormuz seperti dari kawasan Afrika dan AS.

Selain itu, Laode mengungkapkan Indonesia turut mendiversifikasi impor minyak mentah dari negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.


“Kita ingin ke jalur-jalur yang sudah pasti saja. Jangan menyisakan pekerjaan rumah yang malah nanti memperlambat kita,” kata Laode kepada Bloomberg Technoz, dikutip Kamis (26/3/2026).

“Opsi impor; negara tetangga penghasil seperti Malaysia dan Brunei. Lalu negara-negara non-jalur Selat Hormuz seperti Afrika dan Amerika,” tegas Laode.

Asia mendapatkan sebagian besar sumber energinya dari Selat Hormuz./dok. Bloomberg