Logo Bloomberg Technoz

“Presiden Prabowo menginginkan pemerintah pusat segera mengelola sampah-sampah yang telah lama tidak tertangani dengan baik di daerah untuk segera dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan untuk menjadi energi terutama energi listrik,” kata Teddy.

Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) resmi membuka pendaftaran baru atau batch kedua bagi perusahaan yang berminat menjadi calon mitra dalam pengembangan proyek WtE atau PSEL, Selasa (17/3/2026).

Gelombang pendaftaran kedua dibuka setelah proses seleksi mitra pada gelombang pertama untuk empat wilayah, yakni Bekasi, Denpasar Raya, Bogor Raya dan Yogyakarta selesai dilakukan beberapa waktu lalu.

"Pembukaan pendaftaran baru ini merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia dalam memperluas partisipasi perusahaan nasional maupun global dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sampah modern," ujar Fadli Rahman, Director of Investment DIM, dalam siaran resminya.

Melalui proses ini, Danantara membuka kesempatan bagi badan usaha nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan kapabilitas dalam pengembangan proyek PSEL untuk mengikuti proses pembentukan Daftar Penyedia Terverifikasi (DPT) yang berfungsi sebagai daftar prakualifikasi bagi perusahaan yang memenuhi kriteria untuk berpartisipasi.

Perusahaan yang masuk dalam DPT akan menjadi bagian dari kelompok calon mitra yang berpotensi dilibatkan dalam pengembangan proyek PSEL di Indonesia pada tahap selanjutnya.

Sebelumnya, Danantara menetapkan perusahaan asal China, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd, sebagai pemenang lelang proyek PLTSa di Bogor Raya.

Danantara juga telah mengumumkan pemenang proyek tender PLSa untuk wilayah Bekasi. Perusahaan itu adalah Wangneng Environment Co., Ltd., yang tak lain juga berasal dari China.

Adapun, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah menargetkan sedikitnya 18 proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik dapat berjalan hingga 2028—2029.

Empat proyek tahap pertama sudah masuk tahap kontrak dan akan segera memulai pekerjaan pada pertengahan tahun ini.

Keempat proyek tersebut berada di wilayah Denpasar Bali, Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta, yang rencananya akan dimulai groundbreaking pada awal Juni tahun ini.

Kemudian, untuk tahap kedua nantinya ada penambahan sekitar 14 proyek baru di sejumlah kota besar lainnya meliputi Surabaya, Medan, Semarang, Tangerang, hingga Jakarta yang menjadi fokus utama.

“Tahap dua kita akan selesaikan kira-kira ada 14 lagi mudah-mudahan," kata Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (12/3/2026) lalu.

“Jakarta itu [menghasilkan] 7.000, hampir 8.000 ton setiap hari sampah. Sehingga sudah seperti gedung,” ujarnya.

(azr/wdh)

No more pages