Logo Bloomberg Technoz

Teheran mencari jaminan sendiri, termasuk bahwa AS dan Israel tidak akan melanjutkan serangan mereka, ganti rugi atas kerusakan perang, dan pengakuan atas otoritasnya atas Selat Hormuz, kata Press TV yang dimiliki negara.

Selat Hormuz, titik terpenting dalam pertempuran Iran vs Amerika hingga memincu gejolak harga minyak.

Kini, hanya beberapa hari menjelang batas waktu yang ditetapkan Trump pada hari Jumat bagi Iran untuk menegosiasikan kesepakatan untuk mengakhiri perang, masih ada pertanyaan yang menggantung mengenai status negosiasi dan kemungkinan tercapainya kesepakatan.

AS menyusun proposal perdamaian yang disampaikan Pakistan kepada Iran, menurut sumber yang mengetahui masalah ini, yang menyoroti urgensi di dalam pemerintahan Trump untuk menyelesaikan konflik yang dimulainya bersama Israel hampir sebulan lalu. Leavitt pada Rabu mengatakan ada “elemen kebenaran” dalam proposal AS yang dilaporkan tersebut, namun ia mengingatkan agar tidak berspekulasi mengenai rencana yang disampaikan secara anonim.

Wakil Presiden JD Vance berpeluang akan berkunjung ke Pakistan untuk pembicaraan mengenai Iran akhir pekan ini, dilaporkan CNN. Saat dimintai komentar mengenai laporan tersebut, Leavitt mengatakan “ini adalah situasi yang terus berubah, dan spekulasi mengenai pertemuan tidak boleh dianggap final sampai diumumkan secara resmi oleh Gedung Putih.”

Seiring perang memasuki pekan keempat, masing-masing pihak terus melancarkan serangan meskipun ada upaya baru untuk mendesak pihak lain mencapai penyelesaian. Press TV, stasiun televisi milik negara Iran, melaporkan bahwa PLTN Bushehr di negara tersebut menjadi sasaran serangan. 

Tekanan AS membesar atas keputusannya menyerang Iran, termasuk dampak lonjakan harga minyak. dok: Bloomberg

Iran menunjukkan sedikit sinyal untuk mundur walau menghadapi bombardemen tanpa henti dari Israel dan AS. Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan sistem pertahanan udaranya merespons ancaman rudal dan drone Iran pada Kamis malam, sementara Bahrain menyatakan serangan Iran menyebabkan kebakaran di sebuah fasilitas di Muharraq.

Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz, jalur pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, yang memicu guncangan pasokan global. 

Konflik tersebut telah menyebabkan melonjaknya harga bahan bakar dan pupuk, dengan kapal tanker komersial yang menghindari melintasi selat tersebut serta serangan Iran yang merusak infrastruktur energi. Hal ini juga memicu kekhawatiran akan krisis inflasi dan kelangkaan pangan di seluruh dunia. 

Teheran telah mulai mengenakan biaya transit melalui jalur perairan utama tersebut bagi sejumlah kapal komersial tertentu, dengan pembayaran sebesar hingga US$2 juta per pelayaran yang diminta secara ad hoc, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.

(bbn)

No more pages