Logo Bloomberg Technoz

“Jangan terlalu diganggu dulu anggaran ini, masih terlalu dini,” ujarnya. 

“Kalau dari harga minyak kan baru US$74/barel. Kita bisa plus minus dari asumsi kan, untuk APBN itu US$74/barel. Even untuk ambil tindakan saja kecepatan sebetulnya sekarang. US$4 dibanding dari US$70. Kenapa diubah cepat-cepat?,” tambahnya. 

Menurut dia, langkah itu mencerminkan pemerintah bersikap hati-hati dalam mengambil keputusan karena seluruh anggaran dari berbagai sisi telah diperhitungkan. 

“Jadi kan melesetnya US$4  kira-kira [harga minyak saat ini dibanding asumsi makro] itu yang dihitung. Nanti kalau naiknya lagi, [defisit] ini baru kita hitung lagi berapa. Jadi enggak otomatis tiba-tiba jadi US$100/barel. Kan kami hitung rata-rata,” jelas Purbaya. 

Sepanjang 2025, pemerintah mematok defisit APBN 2025 tercatat Rp695,1 triliun atau 2,92% terhadap PDB. 

Sebagaimana diketahui, batas aman rasio utang pemerintah Indonesia menurut UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara maksimal 60% dari PDB. Meski demikian, pemerintah cenderung menjaga rasio utang di kisaran di bawah 40% dari PDB.

Jika langkah penyesuaian defisit lebih dari 3% diambil, pemerintah harus mengajukan revisi undang-undang kepada DPR. Pasalnya, batas defisit maksimal 3% dari PDB saat ini diatur dalam Undang-undang.

Sekadar catatan, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) pada hari ini untuk pengiriman Mei turun 3,8% menjadi US$88,81 per barel pada pukul 6:54 pagi di Singapura. Sementara Harga Brent untuk penyelesaian Mei ditutup 4,6% lebih tinggi pada US$104,49 per barel pada hari Selasa.

(ain)

No more pages