Logo Bloomberg Technoz

BCA Sebut Outlook Negatif Lembaga Rating Dipicu Sentimen Global

Pramesti Regita Cindy
25 March 2026 17:50

Direktur PT Bank Central Asia Tbk Santoso Liemketika ditemui Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Bloomberg Technoz/ Pramesti Regita Cindy)
Direktur PT Bank Central Asia Tbk Santoso Liemketika ditemui Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (Bloomberg Technoz/ Pramesti Regita Cindy)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk atau Bank Central Asia (BCA) menilai outlook negatif yang disampaikan lembaga pemeringkat global seperti Moody’s Investor Ratings dan Fitch Ratings terhadap terhadap bank-bank besar di Indonesia, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak semata-mata mencerminkan kondisi fundamental perbankan domestik.

Menurut Direktur BCA, Santoso Liem hal tersebut terjadi lebih karena dipengaruhi oleh dinamika perekonomian global yang kian mendorong sebagian investor asing untuk menarik dana dari pasar keuangan, termasuk Indonesia. 

"Jadi memang gini, kalau kami mendengar pendapat-pendapat [lembaga pemeringkat global] kita sebagai provider saham dan lain-lain itu kita selama ini kan bukan masalah pemainnya. Tapi masalahnya kondisi global mengakibatkan beberapa investor dari asing itu mencoba menarik diri," kata Santoso kepada awak media ketika ditemui Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026). 


Oleh karena itu, menurutnya kondisi ini bukan disebabkan oleh kinerja atau faktor internal perbankan sebagai penerbit saham, melainkan respons investor terhadap ketidakpastian global. 

Ia menambahkan, struktur pasar saham Indonesia yang masih didominasi investor global turut membuat pergerakan pasar sangat sensitif terhadap sentimen eksternal.