"Karena kebanyakan juga investor-investor saham di Indonesia juga global kan, bukan pemain retail. Itulah yang mendorong market. Jadi dipahaminya mesti lihat secara global," tekannya.
Sebagaimana diketahui, dua lembaga rating internasional, yakni Moody’s Investor Ratings dan Fitch Ratings memangkas outlook terhadap sejumlah bank besar di Tanah Air, termasuk Himbara dari stabil menjadi negatif.
Moody's mengganjar lima bank besar dengan penurunan outlook dari stabil menjadi negatif. Lima bank yang terdampak adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).
Moody’s menegaskan seluruh peringkat kredit utama kelima bank tersebut, termasuk peringkat penerbit, simpanan, utang senior tanpa jaminan, Counterparty Risk Ratings (CRR), Counterparty Risk Assessments (CRA), Baseline Credit Assessment (BCA), serta Adjusted BCA jika berlaku. Selain itu, Moody’s juga menegaskan peringkat surat utang subordinasi dan saham preferen BNI, serta program medium-term notes (MTN) Mandiri.
Perubahan outlook ini mencerminkan prospek yang negatif pada peringkat sovereign Indonesia, yang menurut Moody’s disebabkan oleh meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan.
Di sisi lain, Fitch Rating merevisi outlook peringkat empat bank badan usaha milik negara (BUMN) menjadi negatif dari sebelumnya stabil.
Keempat bank yang outlook peringkatnya direvisi menjadi negatif adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank).
Dalam laporannya, Fitch menyatakan Issuer Default Rating (IDR) jangka panjang dalam mata uang asing keempat lembaga tersebut tetap berada di level BBB, tetapi outlook-nya berubah menjadi negatif.
(ell)





























