Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Rebound, Tertopang Turunnya Harga Minyak

Tim Riset Bloomberg Technoz
25 March 2026 15:25

Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung uang rupiah di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah menutup hari perdana setelah libur panjang dengan memimpin penguatan di tengah kabar de-eskalasi perang antara AS-Israel terhadap Iran, dan harga minyak dunia yang sedikit turun. 

Sore ini (25/3/2026), rupiah spot ditutup menguat 0,44% ke level Rp16.910/US$ kala indeks dolar AS sedikit tergelincir 0,07% ke level 99,36 dan harga minyak Brent kembali di bawah US$100 per barel. 

Penurunan harga minyak mentah ini menopang kenaikan saham Asia. Topix menguat 2,57%, Nikkei 2,87%, IHSG 1,45%, Kosdaq dan Kospi masing-masing menguat 3,4% dan 1,6%, seperti data yang dintunjukkan Bloomberg pada 14.50 WIB. 


Meski pasar saham menghijau, pergerakan mata uang di pasar Asia cenderung beragam. Menyusul rupiah, dolar Taiwan dan Hong Kong menguat masing-masing 0,34% dan 0,11%. Sebaliknya, hampir semua mata uang Asia terkoreksi. 

Pergerakan mata uang Asia, Rabu sore (25/3/2026) kala penutupan pasar spot. (Bloomberg)

Kinerja mata uang di pasar Asia hari ini ditentukan oleh sensitivitasnya terhadap pergerakan harga minyak dunia. Meski harga minyak hari ini tercatat turun, namun masih berada di level tinggi jika dibandingkan harga rata-rata awal tahun ini di level US$65 hingga US$72 per barel.