“Mungkin ada yang bertanya, ini 242 km selesai 19 bulan, cuma 2 bulan perbedaannya. Jadi memang tadi strateginya kita bagi beberapa ruas sehingga dikerjakan paralel dan bisa selesai tepat waktu,” kata dia.
Berdasarkan data Kementerian ESDM, pembangunan proyek tersebut dimulai 6 Agustus 2024, dengan total investasi sebesar Rp2,7 triliun dan kumulatif jam kerja selama masa pelaksanaan konstruksi mencapai 4.659.090 jam.
Lebih lanjut, dalam 19 bulan pembangunan terdapat sejumlah pekerjaan yang dikerjakan. Antara lain; pembangunan jalur pipa gas diameter 20” sepanjang 242 km; pengadaan gas compressor package di Stasiun ESDM Semarang.
Lalu, pengadaan pig launcher di Stasiun ESDM Batang; pengadaan gas metering dan pig receiver di Stasiun Gas Kandang Haur Timur; dan pembangunan 16 unit line break control valve (LBCV).
Adapun, serapan tenaga kerja maksimal pada masa puncak yakni periode Juni–Juli 2025 mencapai 1.981 orang dengan hasil self-assessment serapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60,58%.
Lebih lanjut, Lemigas tercatat sebagai pengelola proyek Cisem tahap 2 melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 125.K/MG.01/MEM.M/2026 tanggal 13 Maret 2026 tentang Pengelolaan Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Batang–Cirebon–Kandang Haur Timur. Setelah ini, Lemigas bakal melakukan kerja sama dengan mitra untuk pemanfaatan aset Cisem Tahap 2. Adapun, sumber pasokan gas untuk pengaliran pada Pipa Cisem Tahap 2 berasal dari Lapangan Jambangan Tiung Biru (JTB).
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II rampung pada Maret 2026. Selanjutnya, perjanjian jual beli gas (PJBG) antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (Persero) atau PGN dengan industri akan dimulai Juni 2026.
Pipa gas Cirebon akan dilanjutkan hingga Bandung dan pipa gas Semarang—Solo akan dilanjutkan hingga Yogyakarta. Perinciannya, pipa gas Cirebon—Bandung sepanjang 132 kilometer (km) menghabiskan biaya Rp865,07 miliar dan dianggarkan sebanyak Rp10,94 miliar untuk 2025 serta Rp854,13 miliar untuk 2026.
Lalu, pipa gas Semarang—Solo—Yogyakarta sepanjang 148 km memakan biaya Rp895,63 miliar, di mana pada 2025i dianggarkan sebanyak Rp13,13 miliar dan pada 2026 dilanjutkan sejumlah Rp852,5 miliar.
Dalam paparan Dadan terungkap bahwa Kementerian ESDM akan melanjutkan pembangunan infrastruktur gas tersebut pada 2026 dengan anggaran senilai Rp2,36 triliun yang berasal dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) penjualan hasil tambang (PHT).
Perinciannya, pipa gas bumi Cisem II sebesar Rp258 miliar untuk periode 2024—2026 dan ditargetkan rampung pada 2026. Sementara itu, ESDM menganggarkan dana untuk proyek pipa gas Dumai—Sei Mangkei (Dusem) sebesar Rp2,1 triliun untuk 2025—2027.
(azr/frg)






























