Logo Bloomberg Technoz

Bitcoin mampu bertahan di tengah kondisi pasar komoditas, khususnya minyak, emas di pasar spot, dan bursa di negara-negara besar bergejolak akibat dampak perang Iran vs Amerika Serikat (AS) yang masih berkecamuk.

Bitcoin sepakan ini mengalami lompatan 6,5% meskipun dalam pergerakan sepanjang 2026 atau year-to-date (ytd) masih mendapat ‘rapor merah’ 15,22%.

Hingga pukul 12.40 waktu Indonesia, mata uang kripto terbesar dunia ini pun bergerak pada level US$74.083 atau setara Rp1,25 miliar, sedikit lebih rendah dari catatan terbaik dalam tiga hari terakhir di US$74.512 (setara Rp1,26 miliar).

Sementara, altcoin bergerak mixed dengan Ether 0,5% lebih baik dibandingkan posisi hari Selasa di US$2.327.  Solana naik 0,3% dan XRP naik 0,2%.

“Ketahanan Bitcoin di sini lebih berkaitan dengan mekanisme ketimbang narasi. Investor institusional, terutama departemen keuangan perusahaan, menyerap pasokan setiap kali harga turun,” kata Rachael Lucas, analis di BTC Markets, dilaporkan Bloomberg News.

(mef/wep)

No more pages