Logo Bloomberg Technoz

Moshe mengkalkulasi, dengan rata-rata konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 1,6 juta barel per hari (bph) saat ini, apabila cadangan minyak mentah ingin mencapai 90 hari, maka setidaknya harus terdapat stok minyak sekitar 100 juta barel.

Storage itu enggak cuma storage aja yang kita bangun. Isi storage-nya itu gimana? Bayangkan konsumsi BBM kita itu 1,6 juta barang lebih ya, dan makin meningkat setiap tahun 1,6 juta barel per hari,” tegas dia.

Di sisi lain, Moshe memprediksi pembangunan satu fasilitas storage minyak di Indonesia bakal paling cepat rampung dibangun dalam waktu 3 tahun. Akan tetapi, waktu pembangunan 3 tahun tersebut diprediksi belum memperhitungkan pembangunan fasilitas pendukung storage.

Investor Asing

Dia juga mewanti-wanti agar tangki penyimpanan tersebut tak dimiliki oleh perusahaan asing, sebab isi dari storage tersebut merupakan cadangan operasional nasional yang dimiliki indonesia.

“Jangan sampai ini jadi punya asing. Masak storage cadangan strategis kita, yang punya perusahaan asing kan enggak mungkin. Berarti kan harus dari Indonesia,” ujar Moshe.

Terpisah, praktisi senior industri migas Hadi Ismoyo memperkirakan tangki penyimpanan minyak mentah baru yang dibutuhkan Indonesia guna menambah cadangan bahan bakar minyak (BBM) dari sekitar 20 hari menjadi 90 hari adalah sebanyak 56 unit dengan kapasitas masing-masing 2 juta barel.

Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) tersebut memproyeksikan biaya pembangunan 56 tangki minyak baru untuk menambah umur cadangan BBM selama 70 hari bakal menghabiskan biaya Rp378,65 triliun.

Hadi menjelaskan dengan asumsi konsumsi BBM nasional sekitar 1,6 juta bph, maka tambahan cadangan untuk 70 hari bakal mencapai 112 juta barel yang setara dengan 56 tangki penyimpanan berkapasitas 2 juta barel.

“Tambahan volumenya adalah 70 x 1,6 barel juta sekitar 112 juta barel. Setara dengan 56 tangki penyimpanan dengan kapasitas masing 2 juta barel,” kata Hadi ketika dihubungi, baru-baru ini.

Sejarah Cadangan Minyak di Indonesia (Bloomberg Technoz)

Hadi menyatakan harga sewa satu tangki minyak berkapasitas 2 juta barel adalah sekitar US$200.000 atau Rp3,38 miliar per hari. Dengan begitu, total biaya sewa bisa mencapai US$11,2 juta atau sekitar Rp189,3 miliar per hari.

Sementara itu, untuk periode satu tahun, dana yang dibutuhkan sekitar US$4,08 miliar atau setara Rp68,97 triliun per tahun.

Jika Indonesia membangun tangki penyimpanan baru, Hadi memperkirakan satu tangki minyak berkapasitas 2 juta barel bakal menghabiskan dana US$400 juta atau setara Rp6,76 triliun sehingga tambahan 56 tangki minyak membutuhkan dana US$22,4 miliar atau sekitar Rp378,65 triliun.

“Jika membangun satu tangki penyimpanan harganya US$400 juta, total butuh US$22.4 miliar. Membutuhkan 36 bulan waktu pengerjaan,” ujar dia.

Rencana pembangunan tangki minyak mentah tersebut dilakukan untuk mempertebal umur cadangan minyak Indonesia. Terlebih, saat ini jalur perdagangan migas global di Selat Hormuz sedang ditutup.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan tangki penyimpanan minyak mentah tersebut perlu segera dibangun untuk memperbesar cadangan energi Indonesia.

Rencananya, kata Bahlil, tangki penyimpan minyak mentah tersebut bakal digarap oleh swasta dengan sumber dana dari pembiayaan campuran antara dalam negeri dan juga luar negeri.

“Ya investasinya sudah ada, investornya sudah ada. Sudah siap. Investasinya bisa dari di-blending antara dalam negeri dan dari luar, tetapi bukan dari AS [Amerika Serikat],” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (4/3/2026) malam.

Adapun, Indonesia hanya memiliki stok operasional BBM dan minyak mentah. Kini, stok operasional BBM RI diklaim mencapai 21—23 hari, jauh lebih rendah dibandingkan standar internasional yang ditetapkan sebesar 90 hari.

(azr/wdh)

No more pages