Pasar Minyak Bergolak, Mitigasi Cadangan Energi RI Dipertanyakan
Azura Yumna Ramadani Purnama
18 March 2026 09:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas) mempertanyakan langkah mitigasi pemerintah dalam menghadapi potensi pengetatan pasokan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) gegara penutupan jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz.
Ketua Komite Investasi Aspermigas Moshe Rizal menyatakan pemerintah perlu menyiapkan mitigasi yang matang untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan BBM gegara kondisi global tersebut.
Dia menegaskan kelangkaan BBM tidak hanya bisa terjadi gegara komoditasnya terbatas, melainkan harga yang terlalu melonjak tinggi.
“Jadi harus ada aksi mitigasi yang sudah ada dari sekarang, enggak cuma bilang ke rakyat, ‘Oh aman-aman-aman, stok kita 20 hari’,” kata Moshe ketika dihubungi, dikutip Rabu (18/3/2026).
“Terus kan orang jadi panik kan kemarin kan, gara-gara hanya 20 hari. Walaupun itu sudah sejak 1970an dan segitu aja, enggak pernah naik-naik. Akan tetapi, kan tetap jadi khawatir, apalagi kayak gini ya,” tegasnya.


























