"Jadi doakan bahwa mudah-mudahan tahun ini kita punya BUMN-BUMN yang kedepannya akan sehat, dan terutama sekali setiap governance-nya kita harapkan menjadi lebih baik," tuturnya.
Secara keseluruhan, proses penataan BUMN ini merupakan bagian dari langkah perampingan atau streamlining perusahaan negara, sebagaimana disampaikan oleh Dony.
Terkait hal ini, ia menuturkan bahwa pemerintah turut melakukan fundamental business review terhadap seluruh BUMN dan menetapkan empat skema penataan.
Empat skema tersebut meliputi likuidasi untuk perusahaan yang tidak lagi beroperasi, divestasi bagi bisnis yang dilepas, konsolidasi atau penggabungan perusahaan dengan bidang usaha serupa, serta restrukturisasi untuk memperbaiki kondisi keuangan dan operasional.
"Jadi nanti seluruh BUMN-nya akan sehat, kuat, dan jumlahnya menjadi sedikit."
Seperti yang diketahui, BPI Danantara berencana mengkonsolidasikan 7 BUMN Karya. Mengacu pada informasi yang dihimpun Bloomberg Technoz, pemerintah menyiapkan skema konsolidasi yang memposisikan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) untuk digabungkan ke dalam PT Hutama Karya (Persero).
Di sisi lain, PT Nindya Karya (Persero) dan PT Brantas Abipraya (Persero) akan dilebur ke PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Dalam rancangan itu, PT PP (Persero) Tbk atau PTPP tetap beroperasi sebagai entitas tersendiri.
Nantinya, perusahaan gabungan di bawah HK dan ADHI akan berkonsentrasi pada layanan civil engineering, mencakup aktivitas perancangan, pembangunan, hingga pemeliharaan berbagai infrastruktur dan fasilitas publik seperti gedung, jembatan, jalan, bendungan, serta sistem utilitas lainnya.
Sementara itu, PTPP akan diarahkan menangani dua lini usaha yakni civil engineering dan Engineering, Procurement, Construction (EPC), yang menempatkan perusahaan sebagai penanggung jawab penuh atas keseluruhan tahapan proyek konstruksi.
(ell)






























