Di sisi lain, Mars Ega mengaku sudah melakukan strategi khusus untuk menambal stok SPBU yang kosong dengan menambah pengiriman ke sejumlah daerah tersebut.
Dia menyatakan per Minggu (15/3/2026) malam, sudah terdapat mobil tangki Pertamina yang berangkat ke sejumlah daerah yang diduga mengalami kekosongan stok BBM tersebut.
“Untuk daerah-daerah ini, kita sudah melakukan build up stok. Tadi kita ada layanan atensi kan, untuk daerah-daerah yang terpencil, untuk yang aksesnya susah, itu kita sebenarnya sudah melakukan build up stok. Di beberapa lokasi yang menjadi isu itu, tadi malam saya cek mobil tanking kita terus melakukan pasokan. Seperti di Kalbar [dan beberapa daerah lainnya] itu terus kita melakukan pasokan,” lanjut Mars Ega.
Adapun, Pertamina Patra Niaga melaporkan stok minyak mentah di kilang perseroan mencapai 11—12 hari atau dalam kondisi normal, sedangkan produksi olahan minyak dalam kapasitas penuh yakni mencapai 1,1 juta barel per hari (bph).
Mars Ega menyatakan perseroan mengoperasikan kilang dalam posisi maksimal, yakni melakukan operasional dengan berorientasi pada tingkat produksi bukan pada profit kilang.
Di sisi lain, dia mengungkapkan sisa minyak mentah perseroan berada di kapal-kapal yang menuju Indonesia hingga storage atau penyimpanan yang tersedia.
Akan tetapi, dia tidak mengungkapkan volume stok minyak Pertamina yang tersedia di kapal dan storage.
Untuk stok BBM Pertamina, Mars Ega mengungkapkan saat ini mencapai 21 hari dan terus diperbarui setiap harinya dari produksi dalam negeri dan impor.
Di sisi lain, dia menyatakan stok BBM hingga minyak mentah Pertamina dipastikan dalam kondisi aman dan terjaga setidaknya hingga akhir Lebaran 2026.
Antrean BBM di laporkan terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dalam video yang tersebar di media sosial, ratusan warga dilaporkan mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM Pertalite.
Di sisi lain, unggahan yang ramai diperbincangkan di X tersebut menarasikan bahwa harga Pertalite di penjual tak resmi dapat mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter.
“Namun setelah lama mengantre, sebagian pengendara justru mendapat kabar bahwa stok BBM di SPBU sempat habis. Situasi ini memicu keluhan masyarakat terkait distribusi BBM di daerah tersebut,” tulis narasi dalam video X tersebut.
Dalam unggahan yang berbeda, dilaporkan terjadi kekosongan BBM di sepanjang jalan lintas Sumatra dari Riau ke Medan.
“Kondisi SPBU pada malam hari di sepanjang jalan lintas Sumatra dari Riau ke Medan dipadati kendaraan bertonase berat. Beberapa pengendara terlihat keluar masuk area SPBU, sementara lainnya tampak berkeliling mencari tempat pengisian bahan bakar yang tersedia,” sebagaimana tertulis dalam unggahan IG CeritaMedan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan stok BBM Indonesia per 13 Maret 2026 atau menjelang hari raya Idulfitri 2026 berada di atas standar minimum nasional yang ditetapkan sebesar 21–23 hari.
Dalam sidang kabinet paripurna, Bahlil melaporkan bahwa Pertalite (RON 90) memiliki ketahanan stok nasional atau coverage days (CD) sebesar 24,39 hari, berada di atas batas minimum 18,2 hari.
“Bapak Presiden kami laporkan bahwa ini adalah kondisi BBM kita sekarang. Jadi untuk pertalite, RON 90 ini yang bensin subsidi. Itu cadangan kita adalah 24,39 hari, batas melampaui batas minimal dari apa yang direncanakan oleh nasional kita,” kata Bahlil di Kantor Presiden, Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Untuk Pertamax (RON 92), Bahlil mengungkap ketahanan stok nasional tercatat 28,75 hari atau lebih tinggi dari batas minimum 19,9 hari.
Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) dilaporkan memiliki ketahanan stok 31,32 hari, melampaui batas minimum 22,3 hari.
Lebih lanjut, pada BBM jenis Solar (CN 48), ketahanan stok nasional tercatat 16,41 hari, sedikit di atas batas minimum 16,3 hari.
Pertamina Dex (CN 53) memiliki ketahanan stok mencapai 46,05 hari, jauh di atas batas minimum 24,9 hari.
Untuk bahan bakar penerbangan avtur, ketahanan stok nasional tercatat 38,15 hari atau melampaui batas minimum 26 hari.
Sementara itu, untuk gas minyak cair atau liquified petroleum gas (LPG), ketahanan stok nasional mencapai 15,66 hari di atas batas minimum 11,4 hari.
Kemudian, minyak tanah memiliki ketahanan stok nasional sebesar 23,15 hari.
“Cadangan menjelang Hari Raya untuk semua BBM dan LPG insyallah aman Bapak,” kata Bahlil.
(azr/wdh)




























