Logo Bloomberg Technoz

“Jadi ini akan kita kerahkan 100% sumber daya yang kita miliki untuk memastikan ketersediaan energi khususnya selama Ramadan dan Idulfitri ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Mars Ega melaporkan stok minyak mentah di kilang perseroan mencapai 11—12 hari atau dalam kondisi normal, sedangkan produksi olahan minyak dalam kapasitas penuh yakni mencapai 1,1 juta barel per hari (bph).

Dia menyatakan perseroan mengoperasikan kilang dalam posisi maksimal, yakni melakukan operasional dengan berorientasi pada tingkat produksi bukan pada profit kilang.

Nah, jadi kami mengutamakan availability sehingga kilang modenya adalah mode maksimalkan kuantitas produksi. Saat ini berproduksi kurang lebih 1,1 juta bph. Untuk pengadaan yang kita siapkan pada Januari, itu sebetulnya nanti pada Februari juga kita refill lagi, kita isi lagi. Nanti Maret kita pengadaan lagi, isi lagi,” kata Mars Ega.

Di sisi lain, Ega mengungkapkan sisa minyak mentah perseroan berada di kapal-kapal yang menuju Indonesia hingga storage atau penyimpanan yang tersedia.

Akan tetapi, dia tidak mengungkapkan volume stok minyak Pertamina yang tersedia di kapal dan storage.

“Stok crude di kilang saat ini pada kondisi normal operation. Normal operation itu di antara 12 hari, 11 sampai 12 hari. Enggak mungkin kita semua tampung besar-besar di kilang. Nah, sisanya crude ada di mana? Ada di atas kapal yang sedang menuju ke kilang. Ada juga di lokasi subholding hulu yang melakukan pengeboran,” tegasnya.

DEN Sependapat

Dalam kesempatan itu, Dewan Energi Nasional (DEN) memandang produksi minyak mentah Indonesia yang diekspor ke sejumlah negara, utamanya Thailand harus diberhentikan untuk sementara waktu seiring adanya potensi pengetatan pasokan migas dunia.

Anggota DEN Kholid Syeirazi mendorong agar minyak mentah yang selama ini diekspor tersebut agar dibeli oleh Pertamina dengan harga premium, atau mengikuti pergerakan harga minyak global.

Menurut dia, para KKKS bakal berminat untuk memasok bagian hasil produksi minyak mentahnya ke kilang domestik milik Pertamina, jika harga yang ditawarkan tak begitu lebih rendah dari harga pasar.

“Ini yang kita minta, kita dorong agar Pertamina mengakuisisi semua produksi minyaknya kontraktor dengan harga premium. Selama ini kan yang DMO itu dibeli dengan harga diskon, yang selebihnya itu soal market issue saja. Kalau misalnya Pertamina mau mengakuisisi dengan harga market saya kira enggak ada issue,” kata Kholid dalam kesempatan yang sama.

Sekadar catatan, berdasarkan data Kementerian ESDM per akhir pekan lalu, status cadangan BBM nasional tercatat tahan selama 23 hari, masih di bawah standar Badan Energi Nasional atau International Energy Agency (IEA) 90 hari cadangan minyak mentah atau produk BBM.

Kementerian ESDM menegaskan kapasitas cadangan minyak mentah Indonesia saat ini hanya cukup untuk 25 hari. Dengan begitu, pemerintah berencana membangun tangki penyimpanan minyak mentah tambahan untuk meningkatkan stok BBM nasional.

Selama ini, berdasarkan ketentuan kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC), jatah minyak mentah KKKS ditawarkan lebih dahulu untuk domestik untuk diserap. Jika tidak terserap oleh domestik, KKKS boleh menjualnya ke pasar internasional.

Adapun, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume ekspor minyak mentah kode HS 27090010 sepanjang 2025 mencapai 2,3 juta ton, turun dari besaran 2024 sebesar 2,78 juta ton.

Berdasarkan negaranya, ekspor minyak mentah pada 2025 paling besar tercatat ke Thailand sebesar 2,02 juta ton.

Kemudian, ke Malaysia sebesar 166 ribu ton. Selanjutnya, ekspor ke China tercatat sebesar 57 ribu ton. Serta, terdapat ekspor minyak mentah sebesar 54 ribu ton ke Singapura.

Secara historis, pada 2023 ekspor minyak mentah tercatat mencapai 2,42 juta ton. Sementara itu, pada 2022, ekspor minyak mentah yang dilakukan Indonesia sekitar 2,16 juta ton. Lalu, pada 2021 ekspor minyak mentah tercatat mencapai 6,02 juta ton.

(azr/wdh)

No more pages