Iran Sebut Minyak Bisa US$200, RI Perlu Kebut Diversifikasi Impor
Azura Yumna Ramadani Purnama
16 March 2026 15:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Centre of Reform on Economics (CORE) memandang harga minyak mentah dunia bakal sulit menembus level yang diperingatan Iran sebesar US$200/barel. Namun, seruan Iran tersebut perlu ditangkap sebagai pengingat bagi Indonesia untuk segera mendiversifikasi impor.
Peneliti sekaligus ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet berpendapat peringatan Iran tersebut dapat diartikan dengan dua perspektif sekaligus; ekonomi dan geopolitik.
Secara ekonomi, level harga minyak US$200/barel tersebut dinilai sangat tinggi dan relatif sulit bertahan dalam waktu lama.
Akan tetapi, secara geopolitik Yusuf menilai pernyataan tersebut merupakan sinyal tekanan dari Iran untuk menunjukkan bahwa eskalasi konflik di kawasan Teluk bisa langsung berdampak pada stabilitas pasar energi global.
Untuk itu, dia memandang peringatan Iran tersebut merupakan alarm serius bagi Indonesia yang merupakan negara pengimpor neto minyak, sehingga pemerintah perlu mengamankan kontrak pembelian minyak mentah dari kawasan lain seperti Afrika Barat hingga Amerika Latin.



























