Logo Bloomberg Technoz

Iran Klaim Harga Minyak Bisa ke US$200, Pakar Yakin Kansnya Kecil

Azura Yumna Ramadani Purnama
16 March 2026 10:00

Crude oil./Bloomberg-Gaby Oraa
Crude oil./Bloomberg-Gaby Oraa

Bloomberg Technoz, Jakarta – Ekonom memandang peringatan Iran soal harga minyak dunia bisa menembus US$200/barel sulit tercapai.

Penyebabnya, kondisi tersebut diprediksi baru terjadi jika penutupan Selat Hormuz mencapai lebih dari 6 bulan dan fasilitas pengolahan minyak di Timur Tengah mengalami kerusakan gegara terkena dampak konflik di Timur Tengah.

Global Markets Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto berpendapat, selain jalur perdagangan migas dunia harus mengalami penutupan hingga 6 bulan lebih, harga minyak mentah diprediksi baru dapat mencapai level ekstrem tersebut jika kilang-kilang di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Qatar menjadi target serangan.


Lebih lanjut, jika skenario ekstrem tersebut tercapai, dia memprediksi harga minyak tak bakal bertengger lama di level US$200/barel.

Alasannya, permintaan global bakal makin melandai terhadap komoditas tersebut sebab tidak mampu mengakomodasi harga minyak yang tinggi.

Future minyak Brent dan WTI, 16 Maret 2026../dok. Bloomberg