Logo Bloomberg Technoz

Meskipun begitu, Simon mengaku perseroan tidak menutup peluang bekerja sama dengan investor lainnya dalam membangun storage minyak mentah di Indonesia.

“Kami juga tentunya membuka peluang bekerja sama dengan pihak manapun untuk tentunya mendorong agar storage kita dapat bisa bertambah,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, perusahaan migas asal Inggris, Essar Oil UK Ltd., dikabarkan tengah menjajaki investasi pembangunan storage atau penyimpanan minyak mentah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berada di wilayah Riau.

Sumber Bloomberg Technoz yang terlibat langsung dalam proses penjajakan tersebut mengungkapkan pemerintah melalui Kementerian ESDM sedang melakukan pembahasan dengan Essar Oil UK terkait dengan rencana investasi tersebut.

“Ada namanya badan usaha dari London, Essar Group. [Pemerintah] sedang menjajaki kerja sama dengan mereka,” kata sumber tersebut ketika dimintai konfirmasi, dikutip Kamis (12/3/2026).

Di sisi lain, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman membenarkan memang terdapat investor asing yang berminat berinvestasi membangun storage minyak di Indonesia, tetapi dia belum mengungkapkan asal dan nama investor tersebut.

Laode hanya menegaskan bahwa perusahaan asing tersebut berminat melakukan kerja sama dengan Pertamina untuk membangun storage minyak mentah di Sumatra, termasuk dalam proyek penguatan kilang eksisting.

“Sekarang kita sudah, sedang melakukan pembicaraan-pembicaraan dengan calon investor yang bisa melaksanakan proses pembangunannya. Nah, calon investor ini juga sudah ada pembicaraan juga dengan Pertamina untuk melakukan penguatan kilang-kilang Pertamina,” kata Laode kepada awak media, di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026) malam.

Laode juga mengaku belum dapat mengungkapkan besaran nilai investasi pembangunan storage minyak mentah tersebut. Namun, dia menegaskan sejauh ini baru terdapat satu storage yang direncanakan untuk segera dibangun.

Laode juga menegaskan minyak mentah yang nantinya berada di storage tersebut bakal terhitung sebagai cadangan minyak nasional, meskipun pembangunannya bakal turut dilakukan oleh pihak swasta.

“Kalau perhitungannya iya, tetapi kalau pembangunannya bisa saja oleh swasta,” ujar dia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan tangki penyimpanan minyak mentah tersebut perlu segera dibangun untuk memperbesar cadangan energi Indonesia.

Rencananya, kata Bahlil, tangki penyimpan minyak mentah tersebut bakal digarap oleh swasta dengan sumber dana dari pembiayaan campuran antara dalam negeri dan juga luar negeri.

“Ya investasinya sudah ada, investornya sudah ada. Sudah siap. Investasinya bisa dari di-blending antara dalam negeri dan dari luar, tetapi bukan dari AS [Amerika Serikat],” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (4/3/2026) malam.

Rencana pembangunan tangki minyak mentah tersebut dilakukan untuk mempertebal umur cadangan minyak Indonesia. Terlebih, saat ini jalur perdagangan migas global di Selat Hormuz sedang ditutup.

Bahlil menyatakan tangki penyimpanan minyak mentah tambahan sangat dibutuhkan Indonesia agar kilang-kilang domestik mendapat kepastian pasokan dalam mengolah produk olahan kilang seperti BBM.

Belum lama ini, induk usaha Essar Oil UK Ltd., yakni Essar Group tercatat pernah melakukan pertemuan dengan Kementerian ESDM dan Pertamina.

Grup konglomerasi swasta asal India tersebut disebut berminat berinvestasi di kilang minyak eksisting di Indonesia.

Bahkan, Essar Group disebut mempertimbangkan berinvestasi dalam pembangunan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Dumai, Riau.

Laode dalam kesempatan sebelumnya menjelaskan minat investasi Essar Group tersebut difasilitasi langsung oleh Bahlil.

Laode menyebut Bahlil memimpin rapat dengan Pertamina dan Essar Group untuk membahas rencana awal penjajakan investasi di kilang minyak eksisting Indonesia.

(azr/wdh)

No more pages