Logo Bloomberg Technoz

“Pandangan kami adalah mitra dagang utama telah mengembangkan kapasitas produksi yang benar-benar terputus dari insentif pasar, baik dari sisi permintaan domestik maupun global,” ujar Greer dalam pengarahan melalui telepon kepada para jurnalis.

Langkah ini menandai dimulainya upaya formal pemerintahan Trump untuk membangun kembali "tembok tarif" setelah keputusan bersejarah Mahkamah Agung bulan lalu yang membatalkan tarif global miliknya. Tarif telah menjadi pilar utama kebijakan ekonomi Trump, yang ia gunakan secara sepihak sebagai alat tawar melawan negara-negara asing.

Meskipun Trump dan timnya berargumen bahwa mereka hanya menginginkan keberlanjutan kebijakan, ketergesaan pemerintah dalam merespons kekalahan di pengadilan ini kembali mengguncang hubungan perdagangan global. Penyelidikan baru ini berisiko memicu ketegangan dengan Beijing, hanya beberapa minggu sebelum rencana pertemuan puncak antara Trump dan Presiden Xi Jinping. Selain itu, menyasar Meksiko dapat memperburuk upaya renegosiasi perjanjian dagang USMCA yang ditandatangani Trump pada periode pertamanya.

Kanada tidak termasuk dalam daftar awal negara yang menjadi target kali ini.

Greer mengisyaratkan bahwa pemerintah tidak berniat memperlambat proses ini. USTR berencana mengadakan dengar pendapat publik sekitar tanggal 5 Mei mendatang. Setelah itu, pemerintah dapat mengusulkan tindakan korektif, termasuk pengenaan tarif baru.

Paling cepat pada Kamis ini, pemerintahan Trump berencana membuka investigasi terpisah terkait larangan impor produk hasil kerja paksa yang mencakup setidaknya 60 negara. Greer menyebutkan penyelidikan lain akan menyusul, termasuk potensi menyasar negara-negara terkait pajak layanan digital, penetapan harga farmasi, dan isu lingkungan di industri makanan laut serta beras.

“Kebijakannya tetap sama. Alatnya mungkin berubah tergantung pada dinamika pengadilan dan hal lainnya, tetapi arah kebijakannya tidak berubah,” tegas Greer.

Setelah Mahkamah Agung memutuskan bahwa tarif Trump melanggar hukum, presiden segera mengumumkan tarif 10% dengan dasar kewenangan lain sebagai langkah sementara selama 150 hari, sambil memberi sinyal rencana untuk memberlakukan tarif melalui kewenangan berbeda, termasuk Section 301 dan Section 232. Ia kemudian mengatakan akan menaikkan tarif dasar sementara tersebut menjadi 15%, meski sejauh ini belum benar-benar menerapkannya.

Greer mengatakan ia berupaya menyelesaikan penyelidikan tersebut sebelum tarif berdasarkan Section 122 berakhir, sehingga pungutan baru dapat segera menggantikannya.

Trump sebelumnya mengeluhkan bahwa ketentuan tersebut tidak memberikan fleksibilitas yang sama seperti undang-undang darurat yang pernah digunakannya, meski jalur Section 301 dan Section 232 secara luas dianggap lebih kuat secara hukum. Ia sebelumnya telah menggunakan ketentuan tersebut untuk mengenakan tarif pada mobil, logam, serta sejumlah impor dari China dan Brasil.

Dalam pernyataan pada 20 Februari, Greer mengatakan pemerintah memperkirakan penyelidikan baru akan mencakup sebagian besar mitra dagang utama. Saat itu ia juga menyebut isu lain yang bisa ditinjau AS, termasuk dugaan diskriminasi terhadap perusahaan teknologi AS, pajak digital, regulasi digital, serta praktik lingkungan di industri makanan laut dan beras.

Pada Rabu, Greer kembali merujuk pada pernyataan tersebut sembari mengatakan ia memperkirakan akan ada penyelidikan tambahan.

“Saya pikir akan ada beberapa lagi yang muncul. Saya tidak ingin menyebutkan angka spesifik, karena masih ada beberapa keputusan terkait kapan dan apa yang akan diumumkan, tetapi ini adalah isu-isu penting yang perlu ditangani,” katanya.

Greer bulan lalu juga mengatakan pemerintah akan “melanjutkan” penyelidikan Section 301 yang sedang berjalan terhadap Brasil dan China, serta “mempertahankan” tarif yang ada berdasarkan Section 232 dan “menyelesaikan negosiasi yang sedang berlangsung.” Ia meremehkan kemungkinan gelombang baru penyelidikan terhadap sektor industri tertentu berdasarkan Section 232.

“Saya tidak berpikir kita akan melihat itu dalam beberapa pekan ke depan, tetapi kita masih memiliki tiga tahun lagi dalam masa jabatan presiden ini,” ujarnya.

Pengumuman pada Rabu tersebut diperkirakan menjadi yang pertama dari beberapa langkah serupa ketika pemerintah berupaya membangun kembali sistem tarif yang sebelumnya diterapkan Trump menggunakan kewenangan darurat. Belum jelas secara spesifik bagaimana pemerintah akan menerapkan tarif baru untuk membangun kembali rezim tarif sebelumnya.

Trump berulang kali membanggakan besarnya pendapatan yang dihasilkan dari tarif tersebut, dan kehilangan sumber pendapatan itu menjadi kekhawatiran utama bagi Gedung Putih. Pemerintah telah berupaya menunda langkah untuk mengeluarkan pengembalian tarif kepada importir, namun pengadilan banding federal baru-baru ini menolak permintaan pemerintah untuk mempertahankan penundaan hingga empat bulan.

(bbn)

No more pages