Logo Bloomberg Technoz

Purbaya: ICP Sampai 11 Maret 2026 di Kisaran US$68 per Barel

Mis Fransiska Dewi
11 March 2026 14:37

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan realisasi harga minyak mentah Indonesia (ICP) masih berada di bawah asumsi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menurut hitung-hitungan Kementerian Keuangan, estimasi harga minyak mentah Indonesia masih berada di kisaran US$68,4 per secara year-to-date (ytd).

Adapun, asumsi ICP yang ditetapkan dalam postur APBN 2026 berada di level US$70 per barel. Dengan demikian, menurut Purbaya, pemerintah masih memiliki ruang fiskal yang cukup kuat untuk mengantisipasi gejolak harga energi tahun ini.


Year-to-date hingga 11 Maret 2026 sekitar US$68 per barel, ini sudah memasukkan kenaikan [harga minyak dunia] US$120 per barel yang sebentar itu,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN Kita, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

“Masih ada ruang fiskal untuk mengantisipasi kenaikan harga dalam pelaksanaan APBN 2026,” tegas Purbaya.