Di sisi lain, dia menegaskan, kementeriannya tidak berencana untuk mengerek asumsi ICP yang telah tertuang dalam APBN 2026.
Dia beralasan realisasi ICP sampai awal tahun itu masih berada di bawah ICP yang ditetapkan dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel.
“Belum [mengubah asumsi ICP], karena kalau dilihat sampai kemarin, rata-ratanya US$68 per barel,” kata dia.
Pagi ini harga minyak Brent kembali berbalik naik 2,92% ke US$90.40 per barel, setelah kemarin sempat melandai dan turun 11,28% ke US$87,80 per barel.
Minyak West Texas Intermediate (WTI) juga naik lebih dari 6% menjadi US$88,60 per barel, setelah sebelumnya jatuh 12%.
Pergerakan harga minyak yang volatil disebabkan ketidakpastian prospek pasokan minyak mentah menyusul simpang siurnya kabar kelanjutan perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Komentar dari Washington berubah cepat.
Menteri Energi AS Christ Wright secara gegabah mengunggah pesan di media sosial bahwa militer Negeri Adikuasa akan mengawal kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormux. Namun kemudian unggahan itu dihapus dan Gedung Putih kemudian mengonfirmasi bahwa operasi tersebut tidak terjadi.
Defisit APBN
Sebelumnya, Purbaya membeberkan defisit APBN 2026 telah mencapai Rp135,7 triliun atau 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Hitung-hitungan itu berasal dari posisi defisit terhadap PDB per 28 Februari 2026.
Angka defisit ini lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30,7 triliun atau 0,13 terhadap PDB. Pemerintah menargetkan batas atas defisit APBN 2026 mencapai 2,68% terhadap PDB.
Adapun, defisit itu berasal dari belanja total Rp493,8 triliun atau tumbuh 41,9% (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sekitar Rp348,1 triliun.
Sejalan dengan itu, pembiayaan sudah terealisasi Rp164,2 triliun atau tumbuh 33,2% (yoy).
Sementara itu, penerimaan negara yang terealisasi Rp358 triliun, dengan mayoritas disumbang oleh pajak yakni Rp245,1 triliun atau tumbuh 30,4% dari Februari tahun lalu yakni Rp188 triliun.
Dengan kondisi tersebut, keseimbangan primer berada defisit Rp35,9 triliun.
Keseimbangan primer merupakan kondisi di mana total pendapatan negara dikurangi belanja negara, di luar pembayaran bunga utang.
Apabila total pendapatan negara lebih besar dibandingkan belanja negara di luar pembayaran bunga utang, maka keseimbangan primer akan positif.
Begitu juga sebaliknya bila keseimbangan negatif, maka itu berarti total pendapatan negara lebih kecil bila dibanding belanja negara di luar pembayaran bunga utang.
Keseimbangan primer surplus berarti utang lama tak perlu dibayar dengan penarikan utang baru. Dalam istilah sehari-hari, pemerintah tak gali lubang untuk tutup lubang.
(naw)




























