Logo Bloomberg Technoz

Purbaya Sebut Ekonomi RI Tidak Kepanasan, Masih Butuh Ekspansi

Mis Fransiska Dewi
11 March 2026 14:15

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN Kita. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konfrensi pers APBN Kita. (Tangkapan Layar Youtube Kemenkeu RI)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ekonomi Indonesia tidak mengalami kepanasan (overheating) dan masih memiliki ruang untuk tumbuh yang cukup terbuka lebar.

Pernyataan ini merupakan respons Purbawa atas pernyataan yang menyebut Indonesia harus memperlambat pertumbuhan ekonomi karena inflasi Februari 2026 sudah menyentuh 4,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Purbaya, inflasi Februari menyentuh 4,67% bersifat sementara karena adanya basis penilaian yang rendah dikarenakan pada awal tahun 2025 pemerintah menerapkan tarif diskon listrik.


“Tanpa menghitung diskon listrik, inflasi Februari 2026 hanya 2,59%. Dampak dari diskon tarif listrik diperkirakan akan mereda mulai Maret 2026 dan tercermin pada turunnya administed price inflation,” ungkap Purbaya dalam Konferensi Pers APBNKita di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

“Inflasi 2,59% ini masih di bawah target artinya ruang bagi ekonomi tumbuh cepat terbuka lebar tanpa memicu inflasi. Jadi kita sekarang tumbuh belum terlalu cepat dan belum kepanasan.”