Logo Bloomberg Technoz

Halal Lifestyle Dorong Indonesia Kuasai Pasar Global


(Dok. Ist)
(Dok. Ist)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar halal global kini berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi terbesar di dunia dengan nilai mencapai triliunan dolar. Di tengah tren tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem halal global.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Bloomberg Technoz Podcast Ramadan Spark 2026 Episode 9, ketika Sisi Aspasia dan Winda Mizwar berbincang bersama Sandiaga Salahuddin Uno dan Vera Galuh Sugijanto, Sekretaris Jenderal Danone Indonesia.

Dalam perbincangan tersebut, Sandiaga menjelaskan bahwa nilai pasar halal global kini telah mencapai sekitar US$3 triliun hingga US$4 triliun, jauh melampaui ukuran ekonomi Indonesia saat ini.

“Nilai Muslim global market atau halal ecosystem sudah mencapai sekitar tiga sampai empat triliun dolar,” ujar Sandiaga.

Menurutnya, ekonomi halal tidak lagi hanya terkait dengan produk makanan atau minuman, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem yang mencakup produksi yang etis, keberlanjutan lingkungan, serta konsumsi yang bertanggung jawab.

“Halal lifestyle bukan hanya soal label agama, tetapi juga soal ethical production, sustainability, dan responsible consumption,” katanya.

Konsep halal lifestyle, lanjut Sandiaga, juga mencakup prinsip halalan tayyiban, yaitu produk yang tidak hanya halal secara syariah, tetapi juga baik bagi kesehatan, lingkungan, dan masyarakat.

Ia menilai pendekatan tersebut membuat produk halal semakin relevan di pasar global karena konsumen kini semakin memperhatikan kualitas, transparansi, serta dampak sosial dari sebuah produk.

“Halal lifestyle kini menjadi bagian dari quality assurance global,” ujarnya.

Indonesia dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi halal dunia karena memiliki populasi Muslim terbesar di dunia serta ekosistem usaha kecil dan menengah yang sangat besar.

Menurut Sandiaga, kekuatan utama Indonesia justru terletak pada jumlah UMKM halal yang besar dan terus berkembang.

“Kekuatan kita bukan hanya pada jumlah populasi, tetapi pada banyaknya UMKM halal yang kita miliki,” katanya.

Di sisi lain, Vera Galuh Sugijanto menjelaskan bahwa konsep halal dalam industri tidak hanya sebatas label sertifikasi, tetapi mencakup keseluruhan proses produksi dari hulu hingga hilir.

“Halal itu bukan hanya sekadar logo, tetapi bagaimana amanah dijaga dari awal hingga produk sampai ke konsumen,” ujarnya.

Menurutnya, dalam industri air minum kemasan misalnya, kualitas dan transparansi proses produksi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan konsumen.

Ia menambahkan bahwa konsep halal juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan, termasuk pengelolaan sumber daya alam serta tanggung jawab terhadap lingkungan.

“Halal harus dijaga dari ujung ke ujung, termasuk bagaimana kita mengelola lingkungan dan kemasan setelah produk dikonsumsi,” katanya.

Selain itu, perusahaan juga berupaya memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan usaha kecil dan menengah.

Vera menyebut salah satu contoh program yang dilakukan adalah pengembangan jaringan distribusi berbasis komunitas serta program pemberdayaan UMKM.

“Bisnis harus memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Sandiaga menilai bahwa tren halal lifestyle ke depan akan semakin luas dan tidak hanya terbatas pada negara dengan mayoritas Muslim.

Menurutnya, banyak negara non-Muslim seperti Jepang, Korea Selatan, hingga Thailand kini mulai aktif mengembangkan sektor halal untuk menarik pasar global.

“Halal ecosystem kini berkembang jauh melampaui batas negara Muslim,” kata Sandiaga.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan ekosistem halal membutuhkan strategi jangka panjang serta konsistensi dalam membangun kualitas dan kepercayaan pasar.

“Dalam halal ecosystem tidak ada instan cuan, yang ada adalah keuntungan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan potensi sumber daya alam, populasi Muslim yang besar, serta kekuatan UMKM yang luas, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pusat ekosistem halal global dalam beberapa dekade mendatang.

Perbincangan lengkap mengenai halal lifestyle, potensi ekonomi halal global, serta peluang Indonesia dalam pasar halal dunia dapat disaksikan dalam Bloomberg Technoz Podcast Ramadan Spark 2026 Episode 9 di situs Bloomberg Technoz.