Bloomberg Technoz Podcast - Ramadan Spark
Kreativitas di Era Instan, Tanggung Jawab Muslim Menjaga Niat

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perkembangan teknologi digital membuat dunia kreatif semakin terbuka dan cepat berkembang. Namun di tengah kemudahan tersebut, muncul tantangan baru, terutama bagi generasi muda yang tumbuh di era serba instan.
Topik tersebut menjadi pembahasan dalam Bloomberg Technoz Podcast Ramadan Spark 2026 Episode 6, ketika Sisi Aspasia dan Winda Mizwar berbincang dengan creative strategist Emeng, yang juga aktif sebagai pengajar di bidang industri kreatif.
Dalam diskusi tersebut, Emeng menyoroti perubahan cara generasi muda mengakses pengetahuan dan membangun kreativitas di era digital.
Menurutnya, generasi yang tumbuh di masa transisi antara dunia analog dan digital memiliki pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan generasi saat ini yang terbiasa dengan teknologi instan.
“Sekarang ini generasi sangat nyaman dengan media sosial dan internet. Semua terasa sangat instan,” kata Emeng dalam podcast tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kemudahan teknologi sering kali membuat proses belajar menjadi lebih singkat, tetapi pada saat yang sama dapat mengurangi kedalaman pemahaman terhadap dasar atau fundamental suatu bidang.
Karena itu, salah satu tantangan terbesar bagi para pengajar saat ini adalah mendorong generasi muda untuk tetap memahami dasar pengetahuan sebelum berkarya.
“Kalau ingin membuat sesuatu yang kreatif, kita harus tahu dulu fundamental dari pengetahuan yang ingin kita kerjakan,” ujarnya.
Di tengah perkembangan teknologi, Emeng menilai bahwa kreativitas justru memiliki peluang yang semakin besar di Indonesia.
Ia mencontohkan bagaimana industri film nasional menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Di tahun 2025 saja ada 201 judul film Indonesia yang tayang di bioskop,” katanya.
Selain itu, jika dihitung bersama iklan, serial, dan berbagai produksi visual lainnya, jumlah karya yang melewati proses sensor bahkan mencapai puluhan ribu setiap tahun.
“Tercatat ada sekitar 41.000 karya yang diproduksi dan melewati lembaga sensor,” ujarnya.
Menurut Emeng, angka tersebut menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang.
Ia bahkan menilai pasar industri kreatif di Indonesia masih sangat luas, mengingat jumlah penonton film nasional yang mencapai puluhan juta orang setiap tahun masih jauh dari total populasi Indonesia.
Namun di balik potensi tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga nilai dan tanggung jawab dalam berkarya.
Menurutnya, kreativitas memang memberikan kebebasan berekspresi, tetapi tetap harus disertai kesadaran etika dan niat yang baik.
“Semua niat baik selalu ada jalan baik,” kata Emeng.
Ia menilai bahwa niat menjadi faktor penting yang menentukan arah dari sebuah karya kreatif, apakah membawa dampak positif bagi masyarakat atau justru sebaliknya.
Karena itu, menurutnya, proses pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk kreator yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral terhadap karya yang dihasilkan.
Selain itu, Emeng juga menekankan pentingnya berbagi pengetahuan kepada generasi berikutnya.
Ia mengingat pesan yang pernah disampaikan oleh salah satu profesornya mengenai perjalanan seorang kreator.
“Kita harus belajar, kemudian menguasai, dan setelah itu membagikannya kepada orang lain,” ujarnya.
Bagi Emeng, berbagi pengetahuan menjadi bagian penting dari perjalanan seorang kreator, karena kreativitas yang berkembang akan semakin memperkaya ekosistem industri kreatif.
Ia juga menilai bahwa keberagaman budaya Indonesia justru menjadi kekuatan besar bagi kreator Indonesia di tingkat global.
Pengalaman tersebut pernah ia rasakan ketika bekerja di New York, di mana identitas budaya Indonesia justru menjadi keunggulan yang membedakannya dari kreator lain.
Menurutnya, kreativitas sejatinya adalah kemampuan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
“Definisi kreatif bagi saya adalah melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda,” katanya.
Melalui pendekatan tersebut, ia percaya bahwa kreativitas Indonesia akan terus berkembang, terutama jika generasi muda mampu menjaga niat baik dan kesabaran dalam menjalani proses belajar.
Perbincangan lengkap mengenai kreativitas, pendidikan, dan tanggung jawab kreator di era digital dapat disaksikan dalam Bloomberg Technoz Podcast Ramadan Spark 2026 Episode 6 di situs Bloomberg Technoz.

































