Bloomberg Technoz Podcast - Ramadan Spark
Sandiaga Uno Sebut Indonesia Siap Jadi Pusat Halal Global

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar halal global kini berkembang pesat dengan nilai yang mencapai triliunan dolar. Di tengah pertumbuhan tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen utama dalam ekosistem ekonomi halal dunia.
Hal tersebut menjadi pembahasan dalam Bloomberg Technoz Podcast Ramadan Spark 2026 Episode 8, ketika Sisi Aspasia dan Winda Mizwar berbincang dengan Sandiaga Salahuddin Uno, pengusaha dan tokoh ekonomi nasional.
Dalam perbincangan tersebut, Sandiaga menilai Indonesia sebenarnya telah memiliki seluruh komponen penting untuk menjadi pusat ekosistem halal global.
“Kita punya semua ingrediennya untuk menjadi pusat ekosistem halal dunia,” ujar Sandiaga dalam podcast tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan tersebut terlihat dari kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media yang membentuk ekosistem ekonomi halal yang semakin solid.
Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang menentukan keberhasilan Indonesia dalam memimpin pasar halal global, yaitu kolaborasi, inovasi, dan adaptasi terhadap tren global.
“Kolaborasi, inovasi, dan adaptasi menjadi kunci agar Indonesia bisa menjadi episentrum ekosistem halal dunia,” katanya.
Dalam hal inovasi, Sandiaga menilai banyak produk halal Indonesia yang sudah memiliki kualitas kelas dunia dan mampu bersaing di pasar internasional.
Selain itu, adaptasi terhadap tren global juga menjadi faktor penting, terutama dalam tiga sektor ekonomi yang saat ini berkembang pesat.
“Ekosistem halal harus terhubung dengan ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi kesehatan atau wellness economy,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa integrasi dengan ekonomi digital akan memperluas akses pasar global bagi produk halal Indonesia. Sementara pendekatan ekonomi hijau memastikan keberlanjutan lingkungan, dan tren wellness economy semakin relevan setelah pandemi.
Sandiaga juga menyoroti potensi besar Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pasar halal global.
“Dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat halal global,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi juga perlu memperhatikan tantangan kesenjangan ekonomi yang masih terjadi di masyarakat.
Salah satu fenomena yang perlu diwaspadai adalah K shaped economic development, yaitu kondisi ketika kelompok masyarakat yang memiliki akses ekonomi semakin maju, sementara kelompok lain justru tertinggal.
“Yang memiliki akses akan naik, sementara yang tidak memiliki akses justru berpotensi turun,” ujar Sandiaga.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, ia menilai peran kebijakan pemerintah, dunia usaha, dan sektor pendidikan sangat penting dalam menciptakan mobilitas ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, salah satu sektor yang memiliki peran besar dalam penciptaan lapangan kerja adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Sebanyak 97 persen lapangan kerja di Indonesia diserap oleh UMKM,” kata Sandiaga.
Dalam sektor ekonomi kreatif, ia menyebut tiga subsektor utama yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, yaitu kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan.
Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang dalam ekosistem halal global.
Selain itu, Sandiaga juga mendorong generasi muda untuk lebih aktif berinvestasi dan memanfaatkan peluang ekonomi yang berkembang.
Ia menilai investasi harus dilakukan dengan pemahaman yang baik terhadap sektor yang memiliki potensi jangka panjang.
“Investasi itu sederhana. Belilah hari ini dengan harga kemarin, dan nikmati harga masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat tiga sektor yang memiliki prospek besar dalam perekonomian masa depan Indonesia, yaitu ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi kesehatan.
Ketiga sektor tersebut dinilai akan menjadi pilar utama dalam transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi terbesar dunia dalam beberapa dekade mendatang.
Ia juga menekankan pentingnya optimisme dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.
“Jika generasi muda mampu menangkap peluang ini dan terus berinovasi, kita bisa memasuki era keemasan ekonomi Indonesia,” kata Sandiaga.
Perbincangan lengkap mengenai potensi ekonomi halal global, peluang investasi masa depan, serta peran generasi muda dalam transformasi ekonomi dapat disaksikan dalam Bloomberg Technoz Podcast Ramadan Spark 2026 Episode 8 di situs Bloomberg Technoz.

































