Logo Bloomberg Technoz

"Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi industri, namun Indonesia AirAsia tetap berkomitmen menjaga operasional yang aman dan andal sekaligus menghadirkan tarif yang kompetitif bagi masyarakat," tutur dia,

"Prioritas kami adalah tetap menjaga keterjangkauan tarif bagi masyarakat. Setiap kebijakan yang diambil tentunya akan mengikuti ketentuan dan regulasi dari otoritas terkait."

Sebelumnya, maskapai di kawasan Asia telah menaikkan harga tiket dan menyusun rencana darurat yang mencakup penghentian operasional pesawat karena konflik Timur Tengah yang meningkat.

Maskapai penerbangan India telah menaikkan harga tiket untuk rute jarak jauh sebesar 15% dan sedang mempertimbangkan kenaikan lebih lanjut, kata orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Sementara di Vietnam, media pemerintah memperingatkan bahwa harga tiket pesawat dapat meningkat hingga 70% mengingat ketergantungan negara tersebut pada bahan bakar jet impor.

Maskapai penerbangan di kawasan ini tidak terlindungi dengan baik dari harga minyak yang tinggi seperti pesaing di Eropa atau Amerika Serikat (AS), sehingga mereka lebih rentan terhadap lonjakan harga bahan bakar jet secara tiba-tiba.

Hal ini juga turut mendorong maskapai penerbangan berbiaya rendah di Asia Tenggara untuk mulai mempertimbangkan skenario di mana mereka akan menghentikan operasional pesawat jika bahan bakar jet menjadi tidak terjangkau atau tidak dapat diakses, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

“Tombol panik telah diaktifkan di mana-mana,” kata June Goh, analis pasar minyak senior di Sparta Commodities SA, mengutip laporan Bloomberg News.

“Maskapai penerbangan di Asia yang memiliki program lindung nilai yang lemah sangat rentan dengan harga bahan bakar jet saat ini jika mereka menjual tiket pada titik harga yang lebih awal daripada harga saat ini.”

(lav)

No more pages