Pembaca selanjutnya akan dibawa memasuki Selasar, yang dibuka dengan liputan mendalam tentang Gempuran Baja Impor Ilegal 'Membunuh' Industri Lokal. Liputan ini memotret cerita di balik industri baja domestik yang berguguran, salah satunya akibat terjangan 'banjir' baja-baja impor dari Tiongkok dengan berbagai modus.
Masih di Selasar, laporan tentang Cengkraman Biaya Siluman Kian Menyesakkan Pebisnis di Indonesia akan membeberkan kisah lama yang tak juga dibenahi terkait iklim bisnis di Tanah Air yang masih terbebani oleh praktik pungli, suap dan korupsi.
Lebih jauh, pembaca akan diajak mengkritisi risiko di balik rencana menaikkan porsi investasi saham oleh institusi asuransi dan dana pensiun di tengah jungkir balik bursa saham dan otoritas merespons tuntutan MSCI Inc. Dalam liputan Boleh Perbanyak Belanja Saham, Risiko Sistemik Intai Dapen & Asuransi, ada kegamangan pelaku industri memperbanyak belanja saham, juga peringatan akan sejarah berbagai skandal yang telah menjatuhkan banyak institusi asuransi besar di masa lalu.
Berlanjut dalam rubrik Bincang Tokoh, Bloomberg Businessweek Indonesia menghadirkan wawancara eksklusif dengan Jeffrey Hendrik, Pjs. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, yang membeberkan perkembangan terkini berbagai upaya BEI dan otoritas pasar keuangan mereformasi bursa lokal, termasuk aturan-aturan baru yang dirilis dan target ke depan.
Melangkah ke rubrik Anjangsana, edisi terbaru ini akan dibuka oleh liputan menarik di balik tren kaum lelaki yang makin gemar bersolek dalam Godaan Cuan dari tren Pria yang Gemar Bersolek. Lalu dilanjutkan oleh laporan menggelitik tentang ekspansi para kedai kopi lokal yang ramai-ramai memanfaatkan jejaring peritel sebagai jalur penjualan baru, dalam Jejaring Kopi Lokal Menjajal Rute Dagang Ritel.
Edisi Maret ini juga merilis liputan khusus khas Bloomberg Businessweek global yang menyoroti kehadiran Gen Alfa yang perlu dicermati para pelaku pasar menilik posisi generasi ini sebagai kekuatan ekonomi baru di masa kini dan masa depan. Laporan khusus ini juga mengangkat youtuber anak Salish Matter, sebagai representasi Gen Alfa yang digital native dengan kemampuan meraup cuan luar biasa.
Liputan global Bloomberg Businessweek juga mengangkat cerita di balik keputusan Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif Trump, yang sejatinya memberi keuntungan pada Gedung Putih. Juga, cerita tentang mahalnya biaya intervensi luar negeri Trump yang potensial menguras uang para pembayar pajak di Negeri Paman Sam.
Dalam liputan ringan, Bloomberg Businessweek menyoroti perkembangan bisnis hiburan di Arab Saudi yang mempertaruhkan investasi senilai US$32 miliar. Anjangsana global juga memotret berakhirnya tren GirlBoss dan beralih ke Burnout Feminism yang memotret kecenderungan kaum hawa saat ini yang tak lagi ambisus melakukan semua peran akibat kelelahan.
Ada pula laporan di balik perkembangan teknologi kontrasepsi pria. Dalam Sebuah Pembelaan untuk Kepalsuan, pembaca akan mendapati paparan tentang sebuah dunia di mana praktik peniruan, duplikasi, tak hanya menuai pujian melainkan sebuah ajang kreativitas tersendiri.
Setiap laporan dirangkai dengan pendekatan jurnalisme mendalam khas Bloomberg Businessweek yang menonjolkan data, konteks, dan cerita manusia di balik sebuah peristiwa. Untuk mengakses liputan lengkap, pembaca dapat menikmati seluruh konten Bloomberg Businessweek Indonesia dalam berbagai edisi tanpa batasan, cukup dengan register di https://www.bloombergtechnoz.com/businessweek atau membaca e-magazine di sini.
(bbw)






























