Logo Bloomberg Technoz

Harga minyak mentah Brent sebagai patokan global melonjak hingga 24% mendekati US$115 per barel pada hari Senin. Ekonom di Barclays Plc memperkirakan jika harga minyak bertahan di level US$100 tahun ini, inflasi IHK China akan terangkat sebesar 0,3 poin persentase tambahan dibandingkan perkiraan mereka saat ini sebesar 0,4%.

"Dampak transmisi konflik geopolitik global terhadap harga energi mulai terlihat," ujar ahli statistik NBS, Dong Lijuan, dalam pernyataan resminya. Harga bahan bakar domestik China naik 3,1% pada Februari dibanding bulan sebelumnya.

Meskipun terjadi lonjakan, para analis menilai inflasi bulan lalu kemungkinan bersifat sementara karena faktor pergeseran waktu libur Imlek. Pada tahun 2025, Imlek berlangsung pada akhir Januari hingga awal Februari, namun tahun ini perayaan tersebut sepenuhnya jatuh pada bulan Februari.

Sejumlah barang dan jasa yang berkaitan dengan libur tersebut mengalami kenaikan harga signifikan pada Februari. Tiket pesawat, penyewaan transportasi, biaya agen perjalanan, layanan hewan peliharaan, serta perawatan kendaraan semuanya mencatat kenaikan harga dua digit dibandingkan tahun sebelumnya.

Didorong oleh lonjakan harga sayuran segar, daging sapi, daging kambing, dan buah-buahan, harga makanan naik 1,7% secara tahunan pada Februari—berbalik dari penurunan 0,7% pada bulan sebelumnya. Penurunan harga bahan bakar kendaraan secara tahunan juga menyempit menjadi 9% dari 10,4% pada Januari.

Kenaikan harga emas juga terus mendorong inflasi. Harga perhiasan emas melonjak 76,6% pada Februari dibandingkan tahun sebelumnya, hampir sama dengan kenaikan pada bulan sebelumnya.

Pemerintah China tetap mempertahankan target inflasi konsumen tahun ini di level 2%—yang lebih dipandang sebagai batas atas daripada target utama—setelah memangkasnya tahun lalu untuk mengakui tekanan deflasi. Harga konsumen tercatat stagnan pada 2025, menandai inflasi terlemah sejak 2009.

Para pemimpin tertinggi China pekan lalu menyampaikan komitmen terkuat mereka sejauh ini untuk mengakhiri deflasi, dengan janji “mengembalikan tingkat harga umum ke wilayah positif” tahun ini. Selain Jepang, yang dikenal dengan periode stagnasi “dekade yang hilang”, hanya sedikit ekonomi besar yang mengalami deflasi berkepanjangan sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Tekanan deflasi telah muncul sejak berakhirnya pandemi, sebagian besar akibat pelemahan berkepanjangan di sektor properti serta lemahnya permintaan konsumen.

China bergulat dengan periode deflasi terpanjang dalam beberapa dekade. (Sumber: Bloomberg)

Meskipun fokus kebijakan mulai bergeser, langkah-langkah yang diambil sejauh ini masih relatif moderat. Sejak Juli, Beijing berupaya membatasi persaingan berlebihan di dalam industri sekaligus memastikan perlindungan terhadap lapangan kerja.

Pemerintah juga meningkatkan upaya untuk menekan kelebihan kapasitas produksi. Perencana ekonomi menyoroti industri baja dan penyulingan minyak pada pembukaan sidang legislatif nasional pada Kamis, dengan janji melakukan pengurangan kapasitas secara teratur.

Dong mengatakan kenaikan harga global logam non-besi dan minyak mentah turut mendorong peningkatan biaya bulanan di sejumlah industri, termasuk sektor ekstraksi gas dan minyak bumi.

Kampanye pemerintah untuk menekan persaingan berlebihan, yang dijuluki “anti-involusi”, juga mulai menunjukkan hasil, tambah Dong. Harga baterai lithium-ion naik 0,2%, menjadi kenaikan tahunan pertama setelah sebelumnya turun selama 33 bulan berturut-turut.

“Inflasi IHK pulih bulan lalu, berkat faktor sementara seperti meredanya deflasi harga minyak serta volatilitas harga makanan dan pariwisata di sekitar Tahun Baru Imlek,” kata Zichun Huang, ekonom China di Capital Economics, dalam sebuah catatan. “Ketegangan di Timur Tengah akan mendorong inflasi lebih tinggi selama harga energi global tetap berada di level tinggi.”

(bbn)

No more pages