Logo Bloomberg Technoz

Pernyataan Trump dibarengi dengan guncangan hebat di pasar energi. Harga minyak mentah Brent melonjak hingga 20% ke level US$111,04 per barel—titik tertinggi sejak Juli 2022—sementara West Texas Intermediate (WTI) melesat 22%.

Krisis ini diperparah dengan lumpuhnya Selat Hormuz, jalur yang melayani seperlima ekspor energi dunia. Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA) mulai memangkas produksi karena tangki penyimpanan mereka penuh akibat kapal tanker yang tidak bisa melintas. Irak pun telah lebih dulu menghentikan produksinya pekan lalu.

Sementara itu, negara-negara Teluk dan Israel terus dibombardir rudal serta drone dari Iran. Teheran mengklaim memiliki kapasitas untuk melanjutkan perang hingga berbulan-bulan. Sebagai balasan, Israel menghantam depot bahan bakar di Teheran dan mengancam jaringan listrik nasional, yang memicu peringatan dari Bulan Sabit Merah mengenai risiko hujan asam beracun akibat polusi asap ledakan.

Trump juga dilaporkan tengah mempertimbangkan pengiriman pasukan khusus ke daratan Iran untuk menyita stok uranium yang mendekati level senjata nuklir. "Kami belum melakukannya, tapi itu adalah sesuatu yang bisa kami lakukan nanti," ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One.

Uni Emirat Arab, Kuwait, Arab Saudi, dan Bahrain menyatakan telah mencegat serangan Iran selama akhir pekan. Pada Minggu malam, Kuwait mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat tiga rudal balistik dan menghancurkan dua drone, sementara dua drone lainnya menargetkan area dekat bandara internasional Kuwait dan menyebabkan depot bahan bakar meledak.

Sebuah fasilitas desalinasi air di Bahrain mengalami kerusakan material akibat serangan drone Iran, menurut pemerintah setempat. Namun, pemerintah menyatakan pasokan air bersih tidak terganggu.

Serangan Iran terhadap Bahrain terjadi setelah Teheran menuduh Amerika Serikat menyerang salah satu fasilitas desalinasi miliknya. Negara-negara di Teluk Persia sangat bergantung pada fasilitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan air minum, sehingga serangan berkelanjutan berpotensi memperparah dampak perang yang sudah mengguncang pusat-pusat keuangan di kawasan tersebut.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan ia telah menginstruksikan militer untuk tidak menyerang negara mana pun yang tidak menyerang Iran, serta menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga. Trump menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk menyerah, meskipun militer Iran terus melanjutkan serangannya.

Pada Minggu, Pezeshkian menyatakan bahwa pihak lawan telah menarik “kesimpulan yang naif” dari pernyataan sebelumnya dan menegaskan bahwa Teheran “terpaksa” merespons agresi yang dilakukan dari negara lain.

Setelah menunjuk putra Khamenei sebagai pemimpin baru Iran, Majelis Ahli menyerukan kepada seluruh warga negara — terutama kalangan ulama dan intelektual di seminari serta universitas — untuk menyatakan kesetiaan kepada pemimpin baru tersebut dan menjaga persatuan nasional.

Angkatan bersenjata Iran disebut memiliki kapasitas untuk mempertahankan perang intensitas tinggi setidaknya selama enam bulan dengan tempo saat ini. Dalam beberapa hari ke depan, militer Iran juga disebut akan mulai menggunakan rudal jarak jauh yang lebih canggih dan jarang digunakan, demikian dilaporkan kantor berita negara IRIB dengan mengutip IRGC.

Jet tempur Israel menargetkan depot minyak Iran di kawasan Kuhak dan Shahran di Teheran serta kota Karaj di dekatnya, menurut kantor berita Fars. Ledakan terdengar di beberapa bagian ibu kota, sementara otoritas setempat mengimbau warga mengenakan masker dan tetap berada di dalam rumah karena risiko polusi udara dari puing-puing ledakan.

Iran juga menyatakan telah meluncurkan gelombang baru rudal ke arah Israel, menurut laporan IRIB.

Pada Minggu, militer Israel mengatakan telah menyerang sekitar 400 target di wilayah barat dan tengah Iran dalam 24 jam terakhir. Menteri Energi Israel Eli Cohen menyatakan target seperti kilang minyak dan pembangkit listrik termasuk dalam daftar sasaran potensial.

Militer Israel juga mengatakan tim pencarian dan penyelamatan dari Home Front Command bersama tim darurat lainnya tengah beroperasi di lokasi-lokasi yang terkena serangan rudal Iran di wilayah tengah negara tersebut. Lima orang dilaporkan telah dievakuasi ke rumah sakit.

Uni Emirat Arab, yang memproduksi lebih dari 3,5 juta barel minyak per hari sebagai produsen terbesar ketiga di OPEC pada Januari, mulai memangkas produksi minyak di ladang lepas pantainya. Kuwait, produsen terbesar kelima OPEC, juga mengurangi produksi minyak mentah dan kilangnya dengan alasan “agresi yang terus berlangsung” dari Iran.

Harga bensin di AS naik ke level tertinggi sejak September 2024. Minyak WTI melonjak 22% hingga mencapai US$111,24 per barel saat pembukaan perdagangan setelah pekan lalu mencatat lonjakan rekor 36%. Sementara itu, minyak Brent diperdagangkan mendekati US$110 per barel — sekitar US$40 lebih tinggi dibandingkan Jumat pekan sebelumnya.

Lonjakan harga minyak, kembalinya tekanan inflasi akibat gangguan pengiriman, serta meningkatnya jumlah korban militer AS — seorang prajurit ketujuh dilaporkan tewas pada Minggu — berpotensi menjadi tantangan bagi Partai Republik yang dipimpin Trump menjelang pemilu sela pada musim gugur tahun ini.

Ekonom Bloomberg Economics Ziad Daoud dan analis geoekonomi Dina Esfandiary menyatakan pasar keuangan tampak terlalu tenang menghadapi konflik ini, padahal gangguan pasokan energi yang terjadi berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah.

(bbn)

No more pages