Selain itu, Hashim menyebut masih terdapat pula 27 juta keluarga Indonesia yang saat ini masih menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Oleh sebab itu, sektor perumahan dapat menjadi salah satu kunci motor target pertumbuhan ekonomi 8%.
“Industri perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian," tutur Hashim.
Adapun, pembangunan proyek pertama tersebut berdiri di atas lahan milik Grup Lippo dengan luas sekitar 30 hektare di Meikarta diproyeksikan mampu menampung hingga 141.000 unit hunian melalui konsep pembangunan vertikal sebanyak 32 lantai.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah juga menyiapkan proyek serupa di Kota Depok dengan memanfaatkan lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi).
Lahan seluas sekitar 45 hektare yang berpotensi dikembangkan hingga sekitar 170.000 unit hunian. Pembangunan diestimasikan mulai pada Juni 2026 mendatang.
"Jika dibangun rumah tapak, mungkin membutuhkan sekitar 1.200 hektare lahan. Dengan pembangunan vertikal, lahan yang digunakan jauh lebih efisien,” ujar Ara.
(ell)































