Logo Bloomberg Technoz

Aset Luar Negeri Menyusut

Perkembangan likuditas domestik ini juga muncul bersamaan dengan dinamika di pasar keuangan dengan kondisi rupiah yang berada dalam tekanan. Beberapa pekan terakhir, mata uang Garuda bergerak melemah di tengah penguatan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian global.

Dalam neraca otoritas moneter, terlihat bahwa komponen yang berkaitan dengan operasi pengendalian moneter juga meningkat. Tercatat peningkatan likuiditas sebesar Rp1.063 triliun pada komponen pengendalian moneter adjusted, yang mencerminkan adanya instrumen operasi moneter BI. Angka ini naik 5,87% secara bulanan dari Januari yang tercatat Rp1.004 triliun. 

Di sisi lain, neraca moneter juga mencatat aset luar negeri bersih (Net Foreign Assets) yang terbilang cukup untuk menopang stabilitas eksternal, Rp2.078 triliun. Hal ini menggambarkan kondisi ketahanan eksternal relatif terjaga, meski posisinya turun dari Januari yang tercatat Rp2.173 triliun. 

Penurunan aset luar negeri bersih sekitar Rp95 triliun dalam sebulan mengindikasikan adanya tekanan eksternal yang direspons melalui intervensi stabilisasi rupiah. Penurunan ini juga terjadi bersamaan dengan kenaikan kewajiban kepada pihak non-residen yang meningkat menjadi sekitar Rp716 triliun dari Rp652 triliun pada bulan sebelumnya. 

Kondisi uang primer bulan Februari secara umum dapat menggambarkan bahwa ruang pelonggaran kebijakan moneter kemungkinan tetap terbatas selama tekanan eksternal terhadap rupiah masih belum mereda. 

(dsp/aji)

No more pages