RI Tak Miliki Bantalan Dampak Gejolak Harga Minyak, IHSG Tumbang
Muhammad Fikri
06 March 2026 14:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lonjakan harga minyak menjadi risiko terberat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini, meski seharusnya risiko ini bisa tertanggulangi oleh bauran sektoral di bursa saham. Bauran sektoral yang seharusnya menjadi bantalan, kini justru tereliminasi karena prospek makro Indonesia.
Tim Riset Bloomberg Intelligence yang terdiri dari Sufianti dan Peggy Lim menjelaskan, Kawasan Asia Tenggara secara umum merupakan importir minyak terbesar.
Sehingga, kenaikan harga minyak mentah yang bertahan lama berpotensi menekan neraca perdagangan, meningkatkan inflasi domestik, serta mencekik margin korporasi. Kondisi ini yang menjadi penekan bursa saham masing-masing negara, khususnya yang bauran sektoralnya terkonsentrasi di sektor yang sensitif dengan pergerakan harga minyak dunia.
Sektor yang sensitif dengan harga minyak contohnya seperti pariwisata dan energi, yang mana sektor-sektor ini memiliki bobot yang besar di SET Thailand.
Sedangkan untuk IHSG, bobot terbesar masih berasal dari sektor finansial, yang mana seharusnya komposisi ini bisa menjadi bantalan ketika harga minyak dunia bergejolak (lihat infografis).




























