Volume transaksi mencapai 19,13 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp9,42 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1.195.672 kali. Kapitalisasi pasar bursa pada sesi pertama tercatat sebesar Rp13.420,22 triliun.
Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah dan menekan pergerakan pasar.
Sektor dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor barang siklikal yang tercermin dalam indeks IDXCYCLIC, yang merosot 4,78% ke level 1.028,85.
Pelemahan besar juga terjadi pada sektor perindustrian (IDXINDUST) yang turun 4,69% ke posisi 1.851,00.
Tekanan juga terlihat pada sektor energi (IDXENERGY) yang melemah 3,79% ke level 3.932,26, serta sektor bahan baku (IDXBASIC) yang turun 3,61% ke posisi 2.152,06.
Sementara itu, sektor infrastruktur (IDXINFRA) ikut terkoreksi 3,37% ke level 2.013,03.
Sektor properti dan real estate (IDXPROPERT) turun 2,27% menjadi 972,20, sedangkan sektor barang konsumen primer (IDXNONCYC) melemah 1,92% ke level 720,42. Sektor keuangan (IDXFINANCE) juga terkoreksi 1,54% ke posisi 1.394,78.
Di sisi lain, penurunan relatif lebih terbatas terjadi pada sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang turun 0,89% ke level 1.864,39, sektor teknologi (IDXTECHNO) yang melemah 0,63% ke level 7.840,65, serta sektor transportasi dan logistik (IDXTRANS) yang terkoreksi 0,46% ke posisi 1.868,75.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar tercatat menjadi pemberat pergerakan IHSG.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 3,22%, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang turun 1,87% serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkoreksi 1,06%.
Selain sektor perbankan, tekanan juga datang dari saham energi dan komoditas. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 1,65% dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melemah 1,65%.
Sementara itu, koreksi tajam juga terjadi pada sejumlah saham grup energi dan sumber daya alam. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) merosot 11,18%, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) turun 7,95%, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 7,65%.
Tekanan juga datang dari saham tambang mineral PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang turun 7,60%, serta saham batu bara PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang terkoreksi tipis 0,34%.
(art/naw)





























