Epic Games Inc., yang terlibat dalam kasus antimonopoli berkepanjangan dengan Google, mengatakan bahwa kebijakan baru tersebut akan menghilangkan kekhawatiran pembuat Fortnite terkait platform Android dan menyelesaikan litigasi di AS, Inggris, Australia, dan negara lain. “Siapa pun kini dapat merilis toko aplikasi kompetitif,” kata CEO Epic, Tim Sweeney, dalam wawancara bersama dengan Samat.
Alphabet tidak meberi angka terpisah mengenai berapa banyak pendapatan yang berasal dari sistem operasi Android atau toko aplikasi Google Play. Dokumen dari litigasi di AS dengan Epic menunjukkan bahwa toko aplikasi raksasa teknologi tersebut menghasilkan US$14,66 miliar dalam penjualan pada tahun 2020. Analis memperkirakan bahwa perubahan pada toko aplikasinya yang diwajibkan oleh regulasi baru dan litigasi dapat mengakibatkan kerugian $1 miliar dalam laba kotor.
Penyelidikan Kasus Antimonopoli
Pada Maret 2025, Komisi Eropa menegur Google karena diduga melanggar Digital Markets Act dengan mencegah pengembang aplikasi mengarahkan konsumen ke penawaran di luar Play Store milik mereka. Perusahaan diperkirakan akan menghadapi sanksi atas pelanggaran tersebut, dengan denda maksimum hingga 10% dari pendapatan tahunan globalnya.
Google diketahui telah dikenakan denda sebesar €9,5 miliar atau US$11,3 miliar oleh Uni Eropa atas pelanggaran hukum persaingan usaha. Bulan lalu, perusahaan tersebut diberi batas waktu enam bulan untuk menghilangkan hambatan teknis bagi asisten pencarian AI pesaing di platform Android.
Di Inggris, otoritas antimonopoli sebelumnya menetapkan Google sebagai pemegang Strategic Market Status di pasar platform seluler — langkah yang secara efektif menetapkan batasan bagi perilaku perusahaan teknologi besar. Berdasarkan aturan tersebut, Otoritas Persaingan dan Pasar (Competition and Markets Authority/CMA) dapat memberlakukan persyaratan perilaku pada perusahaan, termasuk memudahkan pengguna untuk mengunduh aplikasi dan membayar konten di luar platform Google sendiri.
Bulan lalu, Google menyatakan komitmen untuk melakukan perubahan pada toko aplikasinya di Inggris mulai April.
Dalam berkas pengadilan yang diajukan Rabu di pengadilan federal San Francisco, Google dan Epic menyatakan bahwa pembuat Android juga akan membagikan katalog aplikasi yang tersedia di Play Store-nya dengan pesaing dan mengizinkan toko aplikasi alternatif untuk dipasang di ponsel Android setelah pendaftaran. Proposal baru ini diharapkan dapat menyelesaikan kekhawatiran yang diajukan oleh Hakim James Donato terkait penyelesaian November 2025, kata mereka. Hakim tersebut masih perlu menyetujui proposal tersebut, meskipun ia tidak memiliki peran dalam perubahan di luar AS.
(bbn)




























