Di sisi lain, target produksi batu bara 2026 dicanangkan sebanyak 733 juta ton, tetapi besaran tersebut bakal melakukan penyesuaian seiring dengan langkah pemangkasan produksi.
Dari besaran itu, Kementerian ESDM menargetkan porsi wajib pasok domestik atau domestic market obligation (DMO) batu bara 2026 sebanyak 247,9 juta ton, turun sedikit dari realisasi 2025 sejumlah 254 juta ton.
Hal tersebut terungkap dalam bahan paparan Sekretaris Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Sesditjen Minerba) Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati.
“Kemudian target produksinya 733 [juta ton] mungkin ada adjustment dengan adanya pengurangan produksi dan lain sebagainya,” ujar Rita dalam Sarasehan dan Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) No. 40/2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN), akhir pekan lalu..
Lebih lanjut, Ditjen Minerba Kementerian ESDM menargetkan produksi olahan bijih nikel berupa feronikel (FeNi) sebanyak 540.400 ton dan nickel matte sebesar 91.600 ton.
Berikut target produksi komoditas mineral yang ditetapkan Ditjen Minerba:
- Katoda Tembaga: 696,8 ribu ton
- Logam Emas: 112,91 ton
- Logam Timah: 65,86 ribu ton
- Fero Nikel: 540,4 ribu ton
- Nickel Matte: 91,6 ribu ton
- Smelter Grade Alumina: 0
- Sponge Ferro Alloy: 1,7 juta ton
- Bijih Nikel: 209,08 juta ton
- Bijih Bauksit: 22,64 juta ton
- Bijih Tembaga: 91,5 juta ton
- Bijih Besi: 7,2 juta ton
(azr/wdh)





























