Menurut dia, KSEI sebagai pemegang data sentral kepemilikan saham telah mengompilasi data scriptless dan menggabungkannya dengan data saham dalam bentuk script yang diperoleh dari Biro Administrasi Efek (BAE), sesuai format yang diminta OJK. Data tersebut diserahkan kepada BEI dan OJK untuk dipublikasikan melalui situs resmi.
Selain itu, KSEI juga melaporkan progres penyajian tipe investor yang lebih granular. Hingga saat ini, pembaruan data telah mencapai 97% untuk kategori korporasi dan others, serta 93% untuk total investor institusi. Data tersebut ditargetkan tersedia berdasarkan posisi akhir Maret 2026 dan dapat diakses pada awal April 2026.
Sementara itu, untuk ketentuan peningkatan batas minimum free float menjadi 15%, BEI menyampaikan bahwa proses internal telah selesai dilakukan setelah melalui periode public hearing hingga Februari lalu. Draft aturan tersebut telah disampaikan kepada OJK untuk mendapatkan persetujuan.
Adapun terkait shareholders concentration list, BEI menyatakan masih berkoordinasi intensif dengan OJK terkait metodologi dan standar verifikasi, dengan target penyampaian pada minggu pertama atau kedua Maret 2026.
(ell)



























