Logo Bloomberg Technoz

Langkah pertama sebelum membeli saham adalah menentukan tujuan investasi secara jelas. Apakah untuk jangka pendek, menengah, atau panjang.

Saham tergolong instrumen dengan risiko tinggi. Nilainya bisa naik tajam, tetapi juga dapat turun dalam waktu singkat.

Pemahaman terhadap risiko ini membantu investor menyusun strategi yang sesuai dengan profil keuangan dan toleransi risiko masing masing.

  1. Melakukan riset saham secara menyeluruh

Riset menjadi kunci utama sebelum membeli saham. Investor perlu mempelajari jenis saham, potensi imbal hasil, serta risiko yang menyertainya.

Analisis fundamental seperti kinerja keuangan perusahaan dan prospek bisnis perlu diperhatikan. Selain itu, analisis teknikal untuk membaca pergerakan harga juga dapat menjadi pertimbangan.

Bagi pemula, berkonsultasi dengan pihak yang lebih berpengalaman dapat membantu memperluas sudut pandang sebelum mengambil keputusan.

  1. Memilih perusahaan sekuritas yang tepat

Transaksi saham dilakukan melalui perusahaan sekuritas. Oleh karena itu, pemilihan sekuritas tidak boleh sembarangan.

Pastikan perusahaan tersebut legal dan terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Selain aspek legalitas, perhatikan reputasi, pengalaman, serta biaya transaksi yang ditawarkan. Fasilitas aplikasi trading yang stabil dan mudah digunakan juga menjadi faktor penting.

Layanan pelanggan yang responsif akan sangat membantu ketika investor menghadapi kendala teknis saat bertransaksi.

  1. Melakukan diversifikasi portofolio

Diversifikasi merupakan strategi membagi dana investasi ke beberapa saham dari sektor berbeda.

Langkah ini bertujuan mengurangi risiko kerugian akibat penurunan kinerja di satu sektor tertentu.

Dengan portofolio yang beragam, potensi keuntungan dari sektor lain dapat membantu menyeimbangkan risiko secara keseluruhan.

  1. Menyusun rencana trading secara matang

Keberhasilan investasi saham tidak lepas dari perencanaan yang jelas. Tentukan jangka waktu investasi, target keuntungan, serta batas kerugian yang dapat ditoleransi.

Rencana yang matang membantu investor tetap disiplin dan tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi pasar jangka pendek.

Penggunaan platform trading yang aman dan andal juga menjadi bagian dari strategi investasi yang terencana.

  1. Memperhatikan waktu pembelian

Menentukan waktu beli saham merupakan strategi penting. Salah satu metode yang sering digunakan adalah buy on dip.

Strategi ini dilakukan dengan membeli saham ketika harganya sedang turun, dengan harapan harga akan kembali naik di masa mendatang.

Dengan pendekatan ini, rata rata harga beli dapat ditekan sehingga peluang memperoleh keuntungan menjadi lebih besar.

  1. Rutin memantau kinerja saham

Setelah membeli saham, pekerjaan investor belum selesai. Pemantauan rutin tetap diperlukan.

Investor perlu memperhatikan laporan keuangan perusahaan, perkembangan industri, hingga kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi sektor tertentu.

Jika muncul informasi negatif yang berpotensi menekan harga saham, investor dapat segera mengambil langkah antisipatif.

Tips Beli Saham bagi Pemula

Pengunjung melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (15/1/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean)

Selain memahami cara beli saham, ada sejumlah tips tambahan yang dapat membantu pemula meminimalkan risiko.

Pertama, tentukan alokasi dana investasi secara bijak. Gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi, bukan dana kebutuhan pokok.

Kedua, pilih saham sesuai dengan profil risiko. Jangan tergoda potensi keuntungan besar jika tidak sesuai dengan kemampuan menanggung risiko.

Ketiga, kenali perusahaan yang sahamnya akan dibeli. Pelajari model bisnis, kondisi keuangan, hingga prospek pertumbuhannya.

Keempat, lakukan riset pasar secara mendalam. Analisis kondisi ekonomi dan sentimen pasar sebelum mengambil keputusan.

Kelima, memanfaatkan dana menganggur atau idle cash agar tidak mengganggu anggaran utama. Pemula juga disarankan memulai dengan nominal kecil terlebih dahulu.

Terakhir, berinvestasilah secara realistis. Keuntungan di pasar saham tidak diperoleh secara instan dan membutuhkan proses pembelajaran.

Diversifikasi untuk Mengurangi Risiko

Investasi saham memang menawarkan peluang keuntungan yang menarik. Namun, risiko tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, harga saham dapat mengalami tekanan yang signifikan. Oleh karena itu, diversifikasi menjadi strategi penting untuk menjaga kestabilan aset.

Selain saham, investor dapat mempertimbangkan instrumen lain yang relatif lebih stabil sebagai penyeimbang portofolio.

Salah satu pilihan yang sering dipertimbangkan adalah emas. Aset ini dikenal memiliki ketahanan terhadap gejolak ekonomi. Melalui produk Deposito Emas di Pegadaian, masyarakat dapat menyimpan emas dengan tenor tertentu.

Sebelum mengajukan Deposito Emas, nasabah perlu memiliki rekening Tabungan Emas serta akun premium di aplikasi Pegadaian Digital. Setelah memiliki saldo minimal lima gram emas, nasabah dapat mengajukan deposito dengan pilihan tenor enam, sembilan, hingga dua belas bulan.

Emas yang didepositokan akan disimpan dan diasuransikan, sehingga memberikan rasa aman bagi pemiliknya. Langkah ini dapat menjadi alternatif untuk menjaga nilai kekayaan sekaligus mengoptimalkan potensi keuntungan melalui strategi diversifikasi.

(seo)

No more pages