Logo Bloomberg Technoz

Senada, saham PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) melejit 19,6%, saham PT GTS Internasional Tbk (GTSI) meninggi 18,6%, dan saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang melesa 10,3%.

Indeks LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan ikut menghijau cerah hingga menjadi pendorong dan penopang utama IHSG di zona hijau antara lain, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melonjak 6,91%, dan saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan penguatan 5,31%.

Tren bullish pagi–siang hari ini juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) menguat 4,22%, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melejit 4,15%. Dan juga saham PT United Tractors Tbk (UNTR) meninggi 4,01%.

Panin Sekuritas memaparkan, IHSG ditutup flat cenderung menguat 0,03% di level 8.019,55 di tengah tensi yang masih tinggi antara AS – Iran yang kemudian memicu kekhawatiran pelaku pasar. 

Turut jadi perhatian, terjadi aksi profit taking pada beberapa saham gold related dan oil and gas related setelah mengalami kenaikan pada perdagangan kemarin, kemudian surplus perdagangan Indonesia yang menyusut drastis menjadi US$0,95 miliar pada Januari 2025.

Adapun tingkat Inflasi Indonesia yang naik 4,76% YoY pada Februari 2026 (dari sebelumnya 3,55%; est: 4% YoY) turut membebani IHSG karena mengindikasikan pelemahan kinerja ekspor dan berpotensi menekan stabilitas rupiah. 

“Naiknya inflasi mencerminkan tekanan harga yang makin luas, sehingga mempersempit ruang kebijakan moneter yang lebih longgar,” jelas analis Panin siang hari ini.

Penguatan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang merupakan bagian dari holding BUMN pertambangan MIND ID –di bidang pertambangan batu bara, didorong oleh sentimen Harga batu bara global yang melesat mencapai 8,61% menjadi US$128/ton seiringan dengan meningkatnya tensi geopolitik global yang mendorong kecemasan terhadap stabilitas pasokan energi serta mendorong peralihan konsumsi ke batu bara sebagai alternatif ketika harga minyak dan gas mengalami kenaikan.

Lebih jauh, harga minyak brent melejit 7,26% menjadi US$78/barel, didorong oleh eskalasi konflik AS–Iran yang mengakibatkan penutupan Selat Hormuz atau jalur strategis yang menyalurkan 20% pengiriman minyak global. 

Dalam paparan terpisah Panin menyebut, pergerakan kapal tanker dilaporkan terhenti akibat ancaman keamanan sehingga memicu kekhawatiran gangguan pasokan dalam waktu dekat. 

“Selain itu, penghentian sementara operasi kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco setelah serangan drone turut memperketat persepsi pasar terhadap risiko suplai dari kawasan Timur Tengah, mengingat Ras Tanura merupakan salah satu refinery terbesar di dunia.”

(fad)

No more pages