Logo Bloomberg Technoz

Tak lama setelah insiden pertama di Kawasan Diplomatik Riyadh pada Selasa pagi, sejumlah warga melaporkan terdengarnya suara dentuman keras di ibu kota, yang mengindikasikan adanya aktivitas militer tambahan.

Arab Saudi kini berisiko terseret lebih dalam ke dalam konflik Timur Tengah yang pecah sejak akhir pekan lalu. Iran tampak terus meningkatkan frekuensi serangannya terhadap negara tersebut.

Kemarin, raksasa minyak negara Saudi Aramco terpaksa menutup kilang minyak terbesar di negara itu akibat serangan drone di wilayah tersebut. Pemerintah Riyadh juga melaporkan telah mencegat beberapa unit drone yang mengarah ke pangkalan udara AS, yang terletak sekitar 60 mil di luar ibu kota.

Serangan terhadap Kedubes AS ini merupakan insiden besar pertama yang melanda Riyadh, kota berpenduduk sekitar 8 juta jiwa, sejak Iran mulai menyerang negara-negara tetangganya di Teluk pada hari Sabtu.

Trump menegaskan bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran—yang diluncurkan setelah Teheran menolak melepaskan ambisi senjata nuklirnya—mungkin akan berlangsung selama berminggu-minggu. Menteri Luar Negeri Marco Rubio pun telah memperingatkan bahwa "pukulan terkeras" terhadap Iran masih akan datang. Sementara itu, Republik Islam Iran terus meluncurkan berbagai proyektil ke berbagai titik di Timur Tengah sebagai respons atas agresi tersebut.

(bbn)

No more pages