Minim Sentimen Domestik, Rupiah Diproyeksi Melemah Hari Ini
Tim Riset Bloomberg Technoz
27 February 2026 07:57

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Non-Deliverable Forward (NDF) kembali melemah pagi ini, Jumat (27/2/2026).
Pasar offshore membanderol rupiah Rp16.781/US$, melemah 0,09% dari posisi penutupan kemarin. Depresiasi ini terjadi seiring penguatan indeks dolar AS sebesar 0,09% ke 97,79.
Penguatan dolar AS ini, meski tipis saja, terjadi setelah klaim tunjangan pengangguran AS tercatat sedikit lebih baik dari perkiraan. Meski dolar AS menguat, dari pasar Asia pergerakan mata uang cenderung beragam terdorong oleh kondisi pasar domestik masing-masing.
Penguatan datang dari yen Jepang yang memimpin di zona hijau dengan penguatan 0,16%. Disusul yuan offshore China 0,03%, dolar Singapura 0,02%, dan won Korea Selatan 0,01%.
Yen Jepang menguat terhadap dolar AS setelah salah satu anggota dewan Bank of Japan yang dikenal paling hawkish, Hajime Takata, kembali menegaskan perlunya kenaikan suku bunga acuan.



























