Logo Bloomberg Technoz

Minim Sentimen Domestik, Rupiah Diproyeksi Melemah Hari Ini

Tim Riset Bloomberg Technoz
27 February 2026 07:57

Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan menghitung uang rupiah di salah satu tempat penukaran uang di Jakarta, Jumat (9/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam perdagangan Non-Deliverable Forward (NDF) kembali melemah pagi ini, Jumat (27/2/2026). 

Pasar offshore membanderol rupiah Rp16.781/US$, melemah 0,09% dari posisi penutupan kemarin. Depresiasi ini terjadi seiring penguatan indeks dolar AS sebesar 0,09% ke 97,79. 

Pergerakan rupiah versus dolar AS dalam tiga hari terakhir hingga Jumat pagi (27/2/2026). (Bloomberg).

Penguatan dolar AS ini, meski tipis saja, terjadi setelah klaim tunjangan pengangguran AS tercatat sedikit lebih baik dari perkiraan. Meski dolar AS menguat, dari pasar Asia pergerakan mata uang cenderung beragam terdorong oleh kondisi pasar domestik masing-masing. 


Penguatan datang dari yen Jepang yang memimpin di zona hijau dengan penguatan 0,16%. Disusul yuan offshore China 0,03%, dolar Singapura 0,02%, dan won Korea Selatan 0,01%.

Yen Jepang menguat terhadap dolar AS setelah salah satu anggota dewan Bank of Japan yang dikenal paling hawkish, Hajime Takata, kembali menegaskan perlunya kenaikan suku bunga acuan.