Pernyataan ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa normalisasi kebijakan moneter Jepang masih berlanjut, terutama di tengah tekanan inflasi domestik dan momentum kenaikan upah yang mulai terbentuk.
Sikap Takata memberi sinyal bahwa Bank of Japan belum selesai dengan agenda pengetatan, agaknya cenderung mendorong investor menyesuaikan kembali posisi mereka dan menopang penguatan yen.
Sementara dari pasar domestik, kemarin rupiah menguat ke level tertinggi dalam empat pekan terakhir, terbawa penguatan hampir semua mata uang di pasar Asia. Namun hari ini, dengan kembali menguatnya indeks dolar AS serta adanya ketidakstabilan geopolitik akibat tensi antara AS dan Iran yang makin memanas, membuat rupiah sepertinya akan kembali menyusut.
Putaran terbaru perundingan AS-Iran belum menghasilkan perkembangan berarti. Opsi serangan AS pun masih terbuka. Begitu juga dengan Iran yang kembali menegaskan ancamannya untuk membalas jika pasukannya diserang.
"Kami menilai serangan terbatas terhadap Iran masih mungkin terjadi. Jika Iran membalas, maka dampaknya bisa signifikan. Tiga risiko utama bagi militer AS di kawasan menonjol: serangan terhadap pangkalan dan pasukan AS, ancaman terhadap kapal perang AS di laut, serta tekanan jangka panjang pada stok amunisi. Tingkat keparahannya akan sangat bergantung pada keputusan Teheran," sebut analis Bloomberg Becca Wasser, dalam catatannya.
Di tengah kondisi domestik yang minim rilis data penting, laju penguatan rupiah akan sedikit tertahan hari ini. Selain itu, Bank Indonesia (BI) juga mulai terlihat aktif melakukan sejumlah operasi moneter untuk menekan pelemahan rupiah lebih lanjut.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menyusut 1,04% setelah S&P Global Ratings memperingatkan adanya tekanan fiskal, terutama terkait kenaikan biaya pembayaran utang, memperbesar risiko penurunan terhadap profil kredit Indonesia dan dapat memicu tindakan peringkat negatif.
Di tengah sentimen yang belum kondusif sepenuhnya, secara teknikal nilai rupiah berpotensi kembali kembali melemah pada perdagangan hari ini.
Rupiah punya target pelemahan menuju Rp16.780/US$ sampai dengan Rp16.800/US$. Level selanjutnya bisa lanjut melemah bertahap ke Rp16.860/US$ dengan tertembusnya support kuat dari posisi sebelumnya.
Adapun apabila berhasil menguat dengan tertembus trendline channel kuat resistance-nya, maka rupiah berpotensi menguat menuju Rp16.720/US$. Bahkan laju penguatan rupiah bisa sampai ke arah Rp16.640/US$.
(dsp/aji)




























