Dana pihak ketiga (DPK) turut meningkat 7,4% yoy menjadi Rp1.497 triliun dibandingkan periode yang sama yakni Rp1.365 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan dana murah (current account saving account/CASA) yang dominan dalam struktur pendanaan.
Selain itu, meningkatnya porsi dana murah berdampak terhadap biaya dana (cost of fund). Hingga akhir 2025, cost of fund BRI turun menjadi 2,9%, membaik dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar 3,1%.
Di sisi risiko, perseroan juga mencatat perbaikan kualitas portofolio. Rasio loan at risk (LAR) berhasil ditekan dari 10,7% pada akhir 2024 menjadi 9,6% di akhir 2025.
"Perbaikan fundamental kinerja BRI tersebut berdampak positif terhadap capaian laba perseroan. Hingga akhir tahun 2025 BRI berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp57,132 triliun," pungkas Hery.
(ell)






























