Logo Bloomberg Technoz

Dari sisi perbankan, posisinya juga cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan kredit. Pertumbuhan dana pihak ketiga tercatat kembali menguat hingga double digit, mencapai 13,83% secara tahunan pada 2025. Kondisi ini membuka ruang ekspansi kredit yang memadai tanpa menimbulkan tekanan likuiditas yang berlebihan.

Hery mencatat, hingga akhir Desember 2025 pertumbuhan kredit berada di level 9,6% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, berdasarkan survei Bank Indonesia, perlambatan tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor permintaan.

“Jadi tantangannya bukan pada suplai kredit, tetapi pada kepercayaan dan prospek usaha. Pada saat ini yang dibutuhkan bukan sekadar likuiditas tambahan, tapi penguatan keyakinan pelaku usaha agar ekspansi kembali berjalan,” tegasnya.

Dari sisi fundamental, Hery menyebut kombinasi pertumbuhan aset yang sehat, likuiditas yang kuat, kualitas kredit yang terjaga di kisaran 2,05%, serta profitabilitas yang stabil menjadi modal penting bagi industri perbankan untuk melanjutkan pertumbuhan secara berkelanjutan pada 2026.

Sejalan dengan itu, BRI menegaskan perannya dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, BRI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur.

Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan pembiayaan mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97% dari total KUR yang disalurkan.

Selain KUR, BRI juga berpartisipasi dalam pembiayaan perumahan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga akhir 2025, BRI menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah subsidi senilai Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118.000 debitur di seluruh Indonesia. Untuk 2026, BRI menyatakan optimistis dapat menyalurkan pembiayaan FLPP untuk sekitar 60.000 unit rumah bersubsidi.

BRI juga mendukung program pemerintah lainnya, termasuk Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, serta penyaluran bantuan sosial non-tunai seperti Program Keluarga Harapan, Sembako, Sembako Stimulus, Bantuan Langsung Tunai Subsidi, dan Kesejahteraan Sosial.

Di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif, BRI terus melanjutkan transformasi terintegrasi melalui program Revolution Reignite yang diluncurkan pada April 2025. Transformasi tersebut dirancang untuk memperkuat daya saing perseroan guna memastikan pertumbuhan yang sehat, berkelanjutan, dan berdaya saing ke depan.

Sebagai informasi, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk masih mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang 2025. Pendapatan bunga konsolidasi tumbuh 4,27% secara tahunan menjadi Rp207,78 triliun. Sementara beban bunga naik 1,20% menjadi Rp57,28 triliun, sehingga pendapatan bunga bersih meningkat 5,50% menjadi Rp150,49 triliun.

(dhf)

No more pages