Logo Bloomberg Technoz

Langkah ini menjadi penekan bagi Iran, yang akan menjalani dialog nuklir dengan AS di Jenewa (Swiss) pekan ini. 

Selain hubungan dengan Iran, investor juga sepertinya memantau perkembangan kebijakan tarif di AS. Setelah dibatalkan oleh Mahkamah Agung, pemerintahan Presiden Donald Trump dikabarkan bersiap menerapkan tarif global sebesar 15%.

Kepala Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengungkapkan, Presiden Trump akan segera meneken instruksi untuk menaikkan tarif global sebesar 15%.

“Jadi saat ini, seperti yang sudah kita dibicarakan, 10% sudah siap. Nantinya akan ada pengumuman untuk naik menjadi 15% jika dirasa sudah layak,” tegas Greer dalam acara Surveillance di Bloomberg Television.

Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat situasi sedang bergejolak, biasanya emas menjadi pilihan investor untuk mengamankan portofolio mereka.

Emas batangan. (Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas cukup nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 59. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 80. Sudah berada di ambang batas jenuh beli (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sepertinya berisiko turun. Cermati pivot point di US$ 5.173/troy ons.

Dari situ, harga emas bisa saja menguji support US$ 5.167/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka support lanjutan ada di MA-10 yakni US$ 5.073/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 5.041/troy ons.

Namun apabila harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 5.203/troy ons bisa menjadi resisten terdekat. Resisten berikutnya ada di rentang US$ 5.208-5.231/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh ada di US$ 5.288/troy ons.

(aji)

No more pages