Logo Bloomberg Technoz

Eka menyarankan masyarakat meniru kedisiplinan saat menghadapi pandemi COVID-19. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan tangan, tidak menggunakan barang pribadi secara bergantian, memastikan waktu istirahat cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi guna memperkuat daya tahan tubuh.

“Jangan terlalu khawatir, tapi juga jangan disepelekan. Kita negara tropis, penyakit virus bisa saja terjadi. Makanya menjaga imunitas, termasuk lewat vaksinasi, itu harus sama-sama kita perjuangkan,” katanya.

Adapun gejala campak pada orang dewasa umumnya diawali demam, kemudian muncul ruam pada kulit. Jika mengalami gejala tersebut, terutama setelah bepergian dari luar negeri atau kontak dengan pelaku perjalanan internasional, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan guna mencegah penularan lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merespons notifikasi resmi dari otoritas Kesehatan Australia terkait satu kasus campak pada warga negara asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan bahwa notifikasi diterima melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) dari Australia IHR National Focal Point dan telah diverifikasi serta ditindaklanjuti oleh Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes.

Gejala ruam muncul pada 8 Februari di Perth dan hasil PCR dinyatakan positif campak. Aji menyebut hingga saat ini dilaporkan satu kasus tanpa kematian.

“Berdasarkan informasi yang diterima, kasus merupakan perempuan usia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi MMR lengkap pada tahun 2009 dan 2012. Yang bersangkutan melakukan perjalanan menggunakan Batik Air rute Jakarta–Perth pada 7–8 Februari 2026,” ujar Aji.

(dec)

No more pages