Sementara di Amerika Serikat (AS), pemerintahan Presiden Donald Trump mengalokasikan US$ 175 juta untuk pendanaan modernisasi enam PLTU. Trump juga menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk membeli listrik dari berbagai PLTU lainnya.
Berbagai kabar itu menjadi angin segar bagi batu bara. Sepanjang 2026 (year-to-date), harga batu bara naik 8,37%.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana proyeksi harga batu bara untuk hari ini, Selasa (24/2/2026)? Apakah akan terjadi kenaikan tiga hari berturut-turut?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara nyaman di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 64. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Sementara indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 2. Jauh di bawah 20, yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara sepertinya masih akan bergerak terbatas. Target support terdekat ada di US$ 114/ton. Jika tertembus, maka harga komoditas ini bisa mengetes rentang US$ 110-108/ton.
Adapun target resisten terdekat adalah US$ 118/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengangkat harga batu bara ke level US$ 120-122/ton.
(aji)






























