Logo Bloomberg Technoz

Celi juga menyoroti pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam forum tersebut terkait konflik Palestina-Israel yang sudah 100 tahun lebih tak kunjung usai dan Board of Peace sebagai  cara baru untuk menuntaskan konflik berkepanjangan itu. Kendati, Celi juga menekankan bahwa proses ini masih panjang. 

“This is not the end, but this is the beginning of the journey,” ungkapnya.

Terkait kedekatan Prabowo dan Trump, ia menilai adanya kecocokan personal yang mempermudah penyelesaian isu-isu besar. “Dan kebetulan Presiden Prabowo dan Presiden Trump kelihatannya chemistry-nya ketemu. Saling memuji, gampang menyelesaikan urusan-urusan yang selama ini pelik,” sambungnya.

Celi juga menegaskan peran penting Indonesia di KTT BoP. Indonesia tidak sekadar hadir, tetapi menunjukkan aksi nyata dalam misi perdamaian dunia. 

“Ya kita kan founding members of the Board of Peace. Itu kan satu inisiatif yang baru, yang dilakukan. Dan kita tidak jadi pemain pinggiran. Kita, we are on the table. Maksudnya kita bukan dalam menu, kita peserta aktif,” tegasnya.

Menanggapi kritik terkait kontribusi dana Indonesia untuk rekonstruksi Gaza, Rizal menyebut kritik sebagai hal yang wajar dalam demokrasi. Namun ia menegaskan, rekonstruksi wilayah yang hancur membutuhkan tindakan nyata.

Ia mengajak publik untuk memberi kesempatan kepada para pemimpin membuktikan hasilnya. “Give the leaders fair chances to succeed, biar mereka membuktikan bahwa pada akhirnya, toh alternatifnya apa? Kan tidak ada alternatif lain yang viable,” ujarnya.

Menurutnya, ini saatnya Indonesia bertindak nyata dalam percaturan global. Dengan peran penting itu, kata Celi, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai pemain aktif dalam geopolitik dunia, bukan sekadar pengamat.

(red)

No more pages